Warga Ponpes Harap Perbaikan Jalan

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Harapan besar diimpikan masyarakat tiga desa di kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan (Lamsel) terkait akses jalan layak. Masing-masing Desa Banjaragung, Gedung Harapan dan Margo Agung yang meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat memperbaiki akses jalan dari jalur dua Kota Baru menuju kantor kecamatan setempat.

Lurah Desa Banjar Agung Apriyono mengatakan, selama ini jalan yang kerap digunakan warga tersebut hanya berupa tanah yang sungguh tidak layak. Sehingga menyulitkan akses pejalan.  ’’Jalan ini dibuka dari tahun 1997 dari swadaya masyarakat. Warga minta bapak Bupati bisa meningkatkan akses jalan ini menjadi lebih bagus. Dengan pengaspalan atau perkerasan jalan,” ujar pria yang akrab disapa Yono tersebut.

Baca Juga:   Bahas Covid, Pemkab Way Kanan Rapat dengan Pengusaha

Jalan Dusun 1 Gedung Harapan itu, lanjut Yono, sama sekali belum pernah tersentuh perbaikan pemkab setempat. Padahal terdapat sekitar 3 ribu warga yang memanfaatkan akses jalan tersebut. ’Selama ini warga yang takut terjadi kecelakaan harus memutar jalan jauh,” katanya.

Warga Desa Banjar Agung, Sueb (35) mengatakan, dengan adanya pengaspalan jalan, Pondok Pesantren Putra dan Putri Hidayatu Tullah Aalu Saliim yang ada dilokasi tersebut juga dapat dimaksimalkan. Karena untuk sampai ke wilayah pondok pesantren jalan yang ditempuh mencapai 700 meter. ’’Kami mohon supaya ditingkatkan jalan ini. Warga ingin jalan kami maju. Karena belum pernah sama sekali dibuka pemerintah,”ujarnya.

Pengajar di Pondok Pesantren Hidayatu Tullah Aalu Salim Suleman Ahmad berharap adanya perbaikan akses jalan ke pondok pesantren di atas lahan seluas dua hektar benar terwujud. Sehingga antar ponpes dengan warga sekitar bisa maksimal bahu-membahu meningkatkan ilmu agama.

Baca Juga:   bank bjb Sabet Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021

’’Jumlah santri sendiri ada sekitar 400 orang baik putra dan putri. Rencananya akan mulai kami launching akhir April,” kata dia. Pengembang pondok pesantren bersama warga akan menggarap lokasi tersebut menjadi perkampungan wisata religi dengan kegiatan berkuda dan lapangan panahan. (sur/ynk)




  • Bagikan