Warga Resah, Penyetrum Ikan Gentayangan


radarlampung.co.id-Para nelayan dari Negeri Ujung Karang, Kabupaten Lampung Utara, hingga Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) resah. Penyebabnya banyak penyetrum ikan di Sungai Waykiri (Way Rarem). Sebab di sungai tersebut para nelayan yang telah menggantungkan hidupnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari.

Hal ini seperti disampaikan oleh Mahyudin (40) dan Raja (45) warga Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba.





Menurut keduanya para penyetrum ikan beraksi menggunakan kapal motor yang dilengkapi dengan dinamo bertegangan tinggi. Dampaknya ikan-ikan di sungai menjadi mati hingga menyebabkan usaha mereka terhenti.

Kondisi sama seperti diungkapkan Ryan (37) dan Fendi (43) warga Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba. Keduanya mengungkapkan kondisi yang sama lantaran banyaknya pelaku penyetrum ikan yang biasa hilangkan aktivitasnya ketika tengah malam.

Dampaknya bukan hanya merusak ekosistem sungai namun juga alat tangkap para nelayan yang terpasang di sungai tersebut.

“Jaring kami ini terkena baling-baling motor kapal mereka. Dampaknya alat tangkap ikan kami menjadi rusak,”tutur Ryan kepada radarlampung.co.id, Minggu (9/6) sore.

Persoalan yang sama juga diungkapkan Sahri dan Nova, warga Tiyuh Gunung Katun, Kecamatan Tuba Udik, Tubaba.

Warga Yang menyesalkan pelaku penyetruman tidak memandang lokasi yang menjadi tempat pemasangan jaring dan alat tangkap lainnya.

Bahkan para penyetrum ikan ini tidak segan-segan merusak jaring yang telah dipasang nelayan sejak beberapa waktu lalu.

Biasanya perusakan dilakukan akibat dari baling-baling motor jaring yang kami pasang. “Kami berharap agar pihak kepolisian dan Dinas Perikanan setempat dapat memberikan efek jera terhadap pelakunya penyetruman ikan-ikan ini,”terangnya.

Biasanya, lanjut Irwan,warga Penumangan, para penyetruman menjalankan aksinya sejak sore hingga menjelang subuh. “Coba saja pasang mata-mata ketika mereka beraksi maka akan segera diketahui siapa saja pelakunya, kami tidak ingin melapor karena bisa saja mereka mengelak,”tutup Irwan, warga Penumangan, Tubaba. (fei/wdi)