Warga Tubaba Masyarakat Minta Pemprov Perbaiki Jalan Provinsi di Daya Murni

  • Bagikan
Jalan provinsi berlubang diwilayah Daya Murni Tubaba. Foto ist for radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Sudah cukup lama ruas jalan provinsi khususnya dari Daya Murni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, hingga Gunung Batin-Lampung Tengah dalam kondisi berlubang di banyak titik. Bahkan, hal itu menjadi keluhan masyarakat terutama para pengguna jalan, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalan poros penghubung tiga kabupaten, Lampung Tengah – Tubaba-Lampung Utara. Untuk itu, Pemprov Lampung yang memiliki kewenangan atas jalan tersebut melalui dinas terkaitnya diharapkan dapat segera memperbaikinya guna kelancaran arus transportasi dan kenyamanan para pengguna jalan.

Beberapa kali masyarakat terlihat bergotong royong melakukan penimbunan, dan semangat mereka untuk membantu perbaikan sementara itu tentu patut diapresiasi. Namun timbunan itu tak bertahan lama. Wajar saja, sebab selain karena hanya menggunakan material seadanya, hujan yang terjadi terus-menerus hingga saat ini dengan mudah menggerus dan mengikis timbunan pada jalan berlubang tersebut.


Hadi (31) dan Dedi (45), salah seorang pengguna jalan mengatakan, jalan berlubang sangat menghambat arus lalu lintas para pengguna jalan, terlebih pada saat jam-jam ramai kendaraan.”Ini jalan poros, jadi memang arus transportasi cukup ramai. Tidak hanya dari wilayah Tubaba ini saja, kendaraan dari luar daerah juga banyak yang melintas, termasuk mobil bermuatan berat. Makanya kalau kondisi jalan rusak seperti ini pasti menghambat lalu lintas,”ungkapnya.

Baca Juga:   Ketua PMI Lampung Apresiasi Banyaknya Pendonor Darah Milenial di Tubaba

Saat ramai kendaraan, kata dia, hal yang sangat dikhawatirkan adalah terjadinya kecelakaan lalu lintas, karena tak jarang kendaraan yang mengerem kendaraannya secara mendadak untuk menghindari lubang di depannya. Bahayanya, kendaraan terkadang berebut jalan guna menghindari lubang. “Iya kalau kendaraannya yang dibelakang siap, kalau tidak mereka bisa tabrakan. Beberapa waktu lalu pernah terjadi kecelakaan, bahkan sampai meninggal. Untuk mengantisipasi itu, kondisi jalan yang baik adalah solusinya,”cetus warga Kelurahan Daya Murni, Tumijajar ini.

Dia selaku masyarakat sekaligus pengguna jalan berharap agar pemerintah dapat segera bertindak melakukan perbaikan pada ruas jalan tersebut, mengingat jalan itu merupakan jalan poros penghubung antar kabupaten. “Jalan alternatif lainnya memang ada, tapi kalau terus-terusan seperti ini, jalan alternatif juga bisa ikut rusak. Untuk itu, sudah selayaknya jalan berlubang itu segera diperbaiki oleh pemprov demi kenyamanan semua pihak, khususnya masyarakat atau pengguna jalan,”harapnya.

Baca Juga:   Presiden Akan Pantau Langsung Vaksinasi BIN di Tubaba

Hal senada juga dikatakan oleh Angga (27) pengguna jalan dari Kabupaten Mesuji yang kebetulan melintas di ruas jalan itu, tepatnya di perbatasan Tubaba-Lampung Tengah yang tak jauh dari pabrik tapioka.‎ Bahkan, dia nyaris terperosok ke dalam lubang yang menurutnya berjarak sangat rapat.”Badan mobil belum naik semua, sudah ketemu lubang lagi. Saya lewat pas banyak  kendaraan, jadi macet karena harus antri. Kalau sopirnya tidak mahir bisa terperosok mas. Apalagi kalau bermuatan berat, bisa-bisa terguling,”tandasnya.

Seingatnya, kondisi jalan yang rusak itu sudah berlangsung cukup lama, namun belum juga diperbaiki. “Beberapa bulan lalu saya lewat sini memang sudah rusak, tapi belum separah itu. Kita selaku pengguna jalan hanya bisa berharap jalan ini dapat segera diperbaiki. Kalau jalan bagus, semua pasti nyaman melintasinya. Apalagi inikan setahu saya jalan provinsi penghubung antar kabupaten, seharusnya kondisi jalan tidak seperti ini yang banyak lubang,”singkatnya. (fei/rnn/wdi)




  • Bagikan