Warga Waykanan Ini Gunakan Bonggol Jagung untuk Budidaya Jamur Merang

  • Bagikan
Pendi menggunakan bonggol jagung untuk budidaya jamur merang. Foto Oksi/radarwaykanan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Di tangan orang kreatif, bonggol jagung bisa menjadi sesuatu yang berguna. Pendi (55) salah satu contoh warga Waykanan yang berhasil memanfaatkan bonggol jagung. Warga Kampung Bengkulu Jaya Gunung Labuhan ini berhasil menggunakan bonggol jagung untuk budidaya jamur.

Keberhasilannya itu berawal dari rasa penasaran. Menurut Pendi, dirinya kerap melihat banyak bonggol jagung yang terbuang sia-sia. Sehingga dirinya berinisiatif untuk membudidayakan jamur berbahan dasar bonggol jagung.


“Saya penasaran karena melihat banyaknya bonggol jagung limbah dari penggilingan jagung yang terbuang sia-sia. Sehingga saya mempunyai ide untuk memanfaatkannya dengan belajar dari internet. Dimana bonggol jagung tersebut dapat menjadi bahan dasar budidaya jamur merang sehingga saya mencoba,” kata Pendi, Kamis (18/3).

Pendi kemudian menyulap pekarangan rumahnya untuk dijadikan lahan menyimpan kumbung jamur. Pantauan Radar Way Kanan (Grup Radar Lampung) sedikitnya ada 2 kumbung yang ada. Satu kumbung idealnya memiliki lebar satu meter sedangkan panjang tergantung kebutuhan dan lahan.

Baca Juga:   TP PKK Way Kanan Monitoring Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK

Proses bercocok tanamnya sendiri cukup sederhana. Menurut Pendi yang harus di perhatikan adalah ketika proses perawatan hingga panen.

“Awalnya ketika kita tebar bonggol jagung tersebut untuk dibuat kumbung di tebar merata dan dipadatkan. Jika kumbung baru diisi janggel maka harus dua kali lipat bonggol jagungnya, namun jika kumbung sudah pernah panen cukup satu karung saja kira-kira karung ukuran 50 kg dan ini tentatif terserah kita, Setelah kumbung terisi janggel jagung, kemudian siapkan racikan dedak padi lembut, pupuk urea dan ragi,” katanya.

Kemudian, racikan diaduk merata dan ditebar ke bonggol jagung tadi. Proses terakhir penyiraman. Bonggol jagung harus rajin disiram dan ditutup rapat oleh plastik atau terpal agar terus tumbuh. Hal ini juga untuk menghindari serangan hama.

“Setelah proses tanam minimal dua pekan, jamur sudah tumbuh di bonggol jagung dan siap panen. Satu kumbung dapar menghasilkan 1 kilogram jamur,” ungkapnya.

Baca Juga:   Curi Buah Sawit, Dua Orang Ditangkap

Lebih jauh Pendi menerangkan, eksperimen yang ia lakukan ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Dirinya mengalami beberapa kali kegagalan.

“Uji coba pertama saya sampai salah beberapa kali. Pasalnya uji coba pertama tersebut saya melakukan kumbung dengan plastik semua tidak pakai karung sehingga jamurnya tidak tumbuh,” kata Pendi.

Menurutnya, bonggol jagung didapat gratis dari lingkungan sekitar yang rata-rata merupakan petani jagung. “Kalau bahan dasarnya tidak susah karena rata-rata di sekitar sini para petani jagung sehingga mudah didapat saat panen jagung,” tuturnya.

Untuk sementara ini, jamur merang hasil dari bonggol jagung yang ia budidaya masih untuk konsumsi pribadi.

“Untuk saat ini, belum saya pasarkan karena masih tahap uji coba dan hasilnya juga belum begitu banyak. Kalau untuk sayur pagi, siang dan sore cukuplah, kalau ada warga yang ingin belajar saya siap berbagai ilmu, “ tegas Pendi. (sah/wdi)




  • Bagikan