Warning ! Ketersediaan Obat Pasien Covid-19 di Lambar Sudah Sangat Terbatas

  • Bagikan
BPBD Lambar melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor organisasi perangkat daerah Jumat (18/12). Langkah ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di lingkungan pemkab. FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID–Beberapa varian obat-obatan untuk penanganan pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat saat ini stoknya sangat terbatas. Dinas Kesehatan (Dinkes) mengalami kesulitan untuk mendapatkan ketersediaan dari beberapa varian obat-obatan.

Kepala Dinkes Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., saat dikonfirmasi mengungkapkan, untuk varian obat-obatan pasien Covid-19 yang saat ini stoknya sudah sangat terbatas yakni obat anti virus.

”Kami sudah berupaya maksimal untuk mendapatkan obat mengatasi infeksi virus, dengan memesan langsung ke perusahan-perusahaan penyedia, maupun melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan hingga saat ini belum juga datang. Ada informasi masih menunggu HET (harga eceran tertinggi) terbaru, di e-katalog saja belum ada yang tayang,” ungkap Wawan, sapaan Widyatmoko Kurniawan.

Baca Juga:   Covid-19 Lamtim Tambah 87 Kasus, Personil Gabungan Gelar Penegakan PPKM

Dikatakannya, pasien terkonfirmasi Covid-19 di Lambar biasanya diberikan obat anti virus atau obat mengatasi infeksi virus berupa oseltamivir, dan pihaknya juga telah memesan merk lain yakni favipiravir, namun hingga saat ini obat-obatan yang sangat dibutuhkan dalam mempercepat penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19 tersebut belum tersedia.

”Jadi saat ini hanya pasien-pasien yang memiliki gejala berat saja yang diberikan obat tersebut, karena memang stoknya sudah sangat-sangat terbatas. Namun perlu diketahui obat-obatan tersebut tidak secara sfesifik menyembuhkan corona, yang terpentingnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh dari pasien penderita corona tersebut,” kata dia.

Sementara terkait dengan ketersediaan obat-obatan lain seperti antibiotic, vitamin dan obat lainnya yang dibutuhkan pasien, menurut Wawan, saat ini stok masih aman. ”Kami berharap stok obat-obatan anti virus bisa kembali tersedia, dan kami akan terus berupaya untuk mendapatkan obat-obatan tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:   Tanggapi Polemik UKT, Jubir Rektor: Unila Mengemban Kewajiban Finansial

Untuk diketahui, pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Lampung Barat hingag Sabtu (17/7) mencapai 1.429 kasus, selesai menjalanu isolasi 940 orang, dengan angka kematian sebanyak 62 orang. 29 pasien menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Alimuddin Umar, namun lebih banyak menjalani isolasi mandiri di rumah dengan bergejala ringan dan sedang yang juga memerlukan penanganan khususnya obat-obatan. (nop/wdi)




  • Bagikan