Waspada! Ada Gelombang Tinggi di Lampung


Waspada Gelombang Tinggi : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi yang terjadi di Lampung, Foto dibidik di kawasan perairan Pulau Pasaran, Kota Karang, Telukbetung Timur, Bandarlampung, Senin (16/5). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Waspada Gelombang Tinggi : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi yang terjadi di Lampung, Foto dibidik di kawasan perairan Pulau Pasaran, Kota Karang, Telukbetung Timur, Bandarlampung, Senin (16/5). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi yang terjadi di Lampung. Karena berpotensi menimbulkan adanya banjir yang biasa masyarakat sebut sebagai banjir rob.

Deputi Bidang Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, Rudi Harianto mengatakan potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 3 meter di Teluk Lampung bagian utara, perairan timur Lampung bagian utara dan selatan serta Selat Bangka bagian utara dan selatan.





“Ada potensi juga untuk gelombang tinggi 2,5 hingga 3,5 meter di perairan Barat Lampung, Selat Sunda Barat Lampung, Teluk Lampung bagian Selatan dan Samudera Hindia Barat Lampung,” tambahnya.

Hal ini tentu harus di waspadai untuk nelayan yang akan berlayar. Karena untuk perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Selain itu, kenaikan gelombang juga menyebabkan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur yang menjadi akses utama menuju Pulau Pasaran pada Senin (16/5) pagi terendam. Hal ini membuat aktivitas masyarakat sedikit terganggu.

Salah satu warga Rudi mengatakan air laut naik pada Senin subuh. Namun sudah berangsur surut. “Naiknya saat subuh, tapi sekarang sudah surut lagi. Masyarakat khawatir air akan naik kembali pada malam hari,” katanya. (rma/yud)