Waspada DBD dengan Jaga Keberhasilan Lingkungan


RADARLAMPUNG.CO.ID – Terkait DBD, Kepala Bidang ( Kabid ) Pencegahan, Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus, Marhen, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Karena wabah DBD hanya bisa diatasi secara efektif dengan pencegahan.

“Caranya melakukan 3M, yakni rutin menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air. Itu adalah upaya pemberantasan sarang nyamuk. Dengan cara itu populasi nyamuk tidak meningkat tajam dan tidak memudahkan penularan DBD,” jelasnya Marhen.





Diakui Marhen bahwa untuk alat fogging di seluruh puskemas di Tanggamus sudah ada. Namun itu tidak seefektif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. “Cara paling efektif ya dengan 3M, lalu pola hidup bersih dan sehat sehingga imunitas tubuh meningkat. Apabila mengalami demam, suhu tubuh di atas 37 derajat segera ke sarana kesehatan untuk pengecekan. Jangan sampai setelah drop baru berobat,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tanggamus tahun 2022 hingga Februari lalu tercatat 82 kasus. Menurut Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus, Marhen, 82 kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya wilayah Puskesmas Kotaagung 21 kasus, Puskesmas Gisting 15 kasus, Puskesmas Sumberejo 8 kasus, Puskesmas Negarabatin Kecamatan Kotagagung Barat dan Puskesmas Bulok Sukamara Kecamatan Bulok masing-masing 6 kasus, Puskesmas Kedaloman Kecamatan Gunungalip, Puskesmas Sudimoro Kecamatan Semaka dan Puskesmas Wonosobo masing-masing 5 kasus. Lalu Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung 3 kasus, Puskesmas Sanggi Kecamatan Bandarnegeri Semuong dan Siringbetik Kecamatan Wonosobo masing-masing 2 kasus dan masing-masing 1 kasus di Puskesmas Talangpadang, Airnaningan, Putihdoh dan Pulaupanggung. (ehl/rnn/ang)