Waspada Hepatitis Akut, Bunda Eva Ingatkan Perketat Prokes


RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meminta seluruh siswa terus meningkatkan protokol kesehatan. Salah satunya guna mencegah penyakit yang bisa menyerang anak-anak. Seperti hepatitis akut yang menjangkiti anak usia satu bulan hingga 16 tahun.

“Kita tidak tahu (virus Corona varian) Omicron dan hepatitis ada dimana,” kata Eva Dwiana saat meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SMPN 2 Bandarlampung, Rabu (11/5).





Karena itu, ia mengimbau siswa tidak bepergian dan lebih baik membawa bekal makanan dari rumah.

Bunda Eva–sapaan akrab Eva Dwiana mengungkapkan, dengan kerja sama yang baik antara semua pihak, khususnya guru dan tenaga kependidikan serta orang tua, penyakit yang kemungkinan menyerang anak-anak bisa diantisipasi.

Baca Juga:   Kejati dan KPK RI Turut Monitor Temuan BPK Mengenai Pengelolaan Uang Anggaran Pemprov Lampung

“Ayo kita semua saling bekerja sama. Insya Allah Covid-19 dan hepatitis akan hilang. Bandarlampung zero,” tandasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandarlampung Eka Afriana, pihaknya mengambil langkah cepat dengan memberikan arahan terkait penyakit hepatitis akut kepada siswa TK, SD, dan SMP yang baru saja menjalani PTM 100 persen hari ini.

“Kami langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan pengarahan kepada semua sekolah untuk selalu waspada. Kepala sekolah dan guru harus bertanggung jawab untuk menjaga siswa seperti anaknya sendiri. Prokes lebih diketatkan lagi dan mudah-mudahan jauh dari hepatitis akut,” sebut Eka.

Sementara, Kepala SMPN 2 Bandarlampung M. Badrun mengaku telah melakukan sosialisasi dan pencegahan kepada muridnya mengenai bahaya penyakit misterius tersebut.

Baca Juga:   Banjir Rob di Pulau Pasaran, Motor Mogok Hingga Anak Sekolah Digendong

“Kita menyosialisasikannya dengan memberikan informasi melalui surat kepada orang tua. Kemudian memperketat protokol kesehatan pada keluarga dan anak-anak. Dari rumah harus sudah pakai masker, hand sanitizer, juga minum makan sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, UKS juga bekerjasama dengan puskesmas setempat untuk melakukan penjemputan jika ada murid sakit di sekolah.

Diketahui, kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak telah menggemparkan dunia medis. Kasus kematian cukup tinggi. Total ada empat anak yang meninggal dunia.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, total sejauh ini ada 15 anak tertular hepatitis misterius akut ini dan empat di antaranya meninggal dunia. (mel/ais)