Woro-Woro ! Kebun Melon Unila Buka Lagi untuk Umum

  • Bagikan
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., saat memanen melon di kebun melon dan sayur Agrowisata Unila. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID–Panen raya kedua kembali dilakukan kebun melon dan sayur Agrowisata Unila pada Kamis (22/4). Maka sore ini, masyarakat bisa mengunjungi langsung agrowisata yang terletak di jalan Prof Sumantri Brojonegoro, menuju kampus Unila.

Hadir mewakili Rektor Unila, Prof Karomani, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., membuka kegiatan dengan melakukan pengguntingan pita dan panen melon.

Asep mengatakan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, dia berharap Agrowisata Unila juga mendapat limpahan keberkahan dari Allah subhanahu wa taala.

“Walau ini bulan puasa dan masih suasana pandemi, kita berharap barokahnya. Kalau bisa Agrowisata ini jangan hanya buka sore hari, buka aja seharian biar ramai dikunjungi masyarakat umum,” katanya.

Selain sebagai salah satu unit usaha Unila, lanjut Asep, agrowisata ini menjadi tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Unila. Dia berharap, ke depan juga ada dosen yang membuat laporan dan karya ilmiah terkait Agrowisata Unila sehingga bisa dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional. “Jadi ke depannya konsep Agrowisata Unila ini bisa ditiru oleh perguruan tinggi lain,” tuturnya.

Baca Juga:   Pendaftaran SMMPTN Dibuka

Asep juga berpesan kepada mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaan Agrowisata ini agar benar-benar mempelajari dan mendalami bidang pertanian terutama dalam agrobisnisnya. “Kalau sudah selesai belajar dari sini jangan berpikir jadi petani, tapi berpikirlah jadi pengusaha di bidang pertanian,” katanya.

Agrowisata Unila kali ini memiliki variasi tanaman lebih beragam. Tanaman unggulan adalah melon dengan empat vaeritas yaitu Stela, New Madesta, Alisa, dan Golden Tavi. Lalu, semangka yang dinamai semangka Inul. Juga ada tanaman labu madu F1 dan labu putih jenis Ruma F1. Untuk tanaman sayuran ada oyong jenis Anggun Tavi F1, dan pare jenis Opal F1 dan Oktan F1, serta jagung tiga warna (three colour) yang tren di kalangan milenial saat ini.

Baca Juga:   Smart and Low Cost Thermal Camera untuk Deteksi Suspect Covid-19 di Kerumunan

Adapun jadwal buka Agrowisata Unila adalah, selama bulan puasa dari tanggal 22 April sampai 9 Mei, pukul 14.00 sampai 18.00 WIB, sedang jadwal buka setelah lebaran dari tanggal 20 Mei sampai selesai panen, dibuka dari pukul 08.00 sampai 17.30 WIB.

Sementara itu Direktur Badan Pengeloka Usaha (BPU) Unila Mustopa Endi Saputra mengatakan, pada Agrowisata Unila batch II ini, pihaknya bekerja sama dengan Hi. Ranto sebagai pengusaha bidang pertanian.

“Alhamdulillah, kerja sama kita berjalan baik. Kalau pada batch I tahun lalu, kita hanya membantu di agrowisata, saat ini kita benar-benar terlibat. Jadi mulai dari mengolah tanah, menanam, pemeliharaan hingga panen, pihak mitra yang menyuplai bahan baku yang dibutuhkan,” ujar Endi.

Dia menargetkan, panen raya agrowisata batch II ini mencapai 14 ton produk hortikultura melon dan sayuran, lebih tinggi dibandingkan batch I sekitar 12 ton. “Dengan panen sebanyak 14 ton itu, BPU ditargetkan bisa memberi pemasukan bagi Unila sekitar Rp10-20 juta,” kata Endi.

Baca Juga:   Smart and Low Cost Thermal Camera untuk Deteksi Suspect Covid-19 di Kerumunan

Untuk pengelolaan Agrowisata Unila, Endi mengaku sudah meminta secara resmi kepada Dekan Fakultas Pertanian Unila menerjunkan lima mahasiswa jurusan Agronomi dan Hortikultura fokus mengelola Agrowisata Unila. “Juga ada dosen pertanian yang terlibat yaitu pak Gede. Di sini, mahasiswa melakukan praktik sekaligus bisa berkonsultasi dengan pengusaha pertanian yang menjadi mitra kita,” tutur Endi.

Untuk pemasaran, lanjut Endi, pihaknya membuat pasar takjil di halaman halte depan Unila. Buah-buahan akan dijual di pasar takjil ini sekaligus pengunjung bisa ngabuburit di kebun Agrowisata. “Di bulan puasa ini, kami mulai buka pukul dua sore sampai menjelang magrib. Mungkin di bulan puasa ini pengunjung tidak seramai tahun lalu yang mencapai 8.000 pengunjung setiap hari karena dibuka sejak pagi sampai sore,” katanya. (rma/wdi)



  • Bagikan