YLKI Dorong Pemerintah Cari Solusi Kenaikan Harga Kedelai

  • Bagikan
Mujiono tetap berupaya memenuhi pesanan konsumen dengan tetap memproduksi tempe. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Subadra Yani Moersalin mendorong pemerintah melalui gubernur dan jajarannya untuk mengambil langkah guna menstabilkan harga kedelai.

“Kita mendesak pemerintah melalui gubernur untuk memerintahkan para jajarannya yang terkait untuk ketersedian kedelai itu sendiri, dan harga kedelai untuk bisa distabilkan kembali,” katanya, Rabu (6/1).

Menurutnya, dalam skala daerah, provinsi Lampung bisa melihat itu sebagai peluang untuk bagaimana pemerintah daerah mampu menggalakkan petani untuk swadaya produksi tanaman kedelai.

“Sehingga mampu mempertahankan harga itu di daerah sendiri. Karena kedelai ini merupakan bahan baku tempe tahu yang memang disukai masyarakat kita,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika ketersediaan kedelai di para penjual dalam tiga bulan ke depan masih aman, pemerintah daerah harus mencari langkah antisipasi setelah tiga bulan itu. Sebab, tahu dan tempe ini merupakan makanan semua kalangan masyarakat.

Baca Juga:   Lebaran Seru Tanpa Mudik Bersama bank bjb, Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Prokes

“Jika pengusaha tahu tempe berhenti produksi, kan berimbas ke mereka dan juga konsumennya yang memang sering mengonsumsi tahu tempe, jangan sampai kenbutuhan gizi tidak terpenuhi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jika memang selama ini pengusaha tahu dan tempe menggunakan kedelai impor, pemerintah seharusnya bisa mendorong para petani untuk bercocok tanam kedelai sesuai yang dibutuhkan untuk bahan baku pembuatan tempe tahu itu.

“Jadi kita bisa menyediakan sendiri bahan yang dibutuhkan, tidak perlu lagi impor kedelai,” ucapnya. (rur/sur)





  • Bagikan