RADARLAMPUNG.CO.ID - Penggunaan asbes pada bangunan masih banyak ditemui di Indonesia. Mulai dari bangunan rumah, tempat bekerja, hingga sekolah banyak yang masih menggunakan material ini.
Asbes adalah mineral alami berbentuk serat halus, tahan panas, dan banyak dipakai pada bangunan. Atap, plafon, lantai vinyl, tangka air, hingga pipa tua menjadi bagian yang seringkali dipasangi asbes atau memiliki campuran asbes di dalamnya.
Jenis-jenis asbes di antaranya adalah amosite, crocidolite, chrysotile, tremolite, actinolite, dan anthophyllite. Di Indonesia, penggunaan asbes jenis chrysotile masih diperbolehkan.
Faktanya, semua jenis asbes bersifat karsinogenik. Dilansir dari unggahan Instagram Kementerian Kesehatan, tidak ada tingkat pajanan yang aman untuk penggunaan asbes.
Serat asbes yang terlepas ke udara, baik itu berasal langsung dari sumber asbes seperti muncul dari kegiatan memasang, memotong, atau membersihkan atap, hingga debu asbes yang terbawa lewat pakaian, rambut, atau barang lainnya dapat terhirup dan menumpuk di paru-paru.
Penyakit yang Dapat Ditimbulkan Akibat Penggunaan Asbes
Penumpukan serat asbes di paru-paru dapat menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya dan bersifat tidak dapat kembali seperti semula.
Bahaya penyakit yang mengintai di antaranya adalah asbestosis atau paru kaku, kanker paru, dan mesothelioma atau kanker selaput paru.
Asbestosis atau kaku paru adalah penyakit paru interstisial kronis dan progresif yang muncul akibat menghirup serat asbes. Asbestosis merupakan penyakit yang tak dapat disembuhkan, namun perawatan tertentu bisa memperlambat perkembangan penyakit.
Mengutip dari situs resmi Kemenkes, kanker paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali dalam jaringan paru yang dapat dipicu oleh sejumlah karsinogen lingkungan, salah satunya adalah pajanan asbes.
Mesothelioma atau kanker selaput paru adalah kanker yang termasuk agresif dan cenderung sulit untuk diobati. Kanker langka ini terbentuk pada selaput yang melapisi organ tubuh, salah satunya adalah selaput paru.
Meski fakta berbahayanya asbes bagi kesehatan telah diketahui dan terkonfirmasi, penggunaan material ini masih tidak dapat dibendung di Indonesia.
Melansir situs resmi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Indonesia masih menjadi importir asbes terbesar di Asia Tenggara. Tercatat 150.000 ton asbes diimpor tiap tahunnya dan 13% rumah masih menggunakan Indonesia.
Risiko dan ancaman serius ini perlu menjadi perhatian khusus bagi para pemangku kebijakan. Peraturan dan kebijakan yang mengatur tentang penggunaan asbes mesti terus didorong secara terintegrasi.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1