RADARLAMPUNG.CO.ID - Penjualan global kendaraan energi baru (NEV) BYD Co. merosot tajam pada Februari 2026.
Dalam laporan bisnis bulanan yang disampaikan ke bursa, BYD membukukan penjualan 190.190 unit pada Februari, turun dari 322.846 unit pada Februari 2025, setara penurunan sekitar 41% secara tahunan (YoY).
Angka tersebut merupakan akumulasi mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Rinciannya, penjualan mobil penumpang mencapai 187.782 unit, dengan BEV 79.539 unit dan PHEV 108.243 unit.
Secara kumulatif dua bulan pertama 2026, total penjualan NEV BYD tercatat 400.241 unit, turun dari 623.384 unit pada periode yang sama 2025.
Tekanan terbesar disebut datang dari pasar domestik China yang melemah setelah periode pertumbuhan cepat beberapa tahun terakhir.
Financial Times melaporkan penurunan Februari dipicu antara lain oleh libur Tahun Baru Imlek yang lebih panjang yang berdampak pada aktivitas produksi dan ritel, serta melemahnya permintaan domestik (dalam laporan itu disebut anjlok tajam), meski ekspor masih tumbuh kuat.
Selain faktor musiman, perlambatan ini juga terjadi di tengah persaingan yang makin ketat di pasar kendaraan listrik China.
Perang harga antarprodusen membuat konsumen lebih selektif dan cenderung menunda pembelian sambil menunggu promosi atau penyegaran model.
Di sisi lain, BYD masih memiliki “penyangga” dari pasar luar negeri.
Dalam dokumen yang sama, BYD mencatat ekspor NEV Februari 2026 mencapai 100.600 unit. Namun, ekspor yang kuat belum cukup menutup pelemahan penyerapan domestik pada bulan tersebut.
Pasar kini menanti kinerja Maret 2026, yang secara historis kerap menjadi periode pemulihan setelah aktivitas ekonomi kembali normal pascalibur panjang.
Jika penjualan kembali menguat, penurunan Februari berpotensi dibaca sebagai koreksi musiman.
Sebaliknya, apabila pelemahan berlanjut, tekanan persaingan dan daya beli di pasar domestik bisa menjadi isu yang lebih struktural bagi BYD sepanjang 2026.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1