RADARLAMPUNG.CO.ID - Kabar gembira bagi para penggemar anime karya Makoto Shinkai. Anime Movie legendaris 5 Centimeters Per Second dipastikan akan kembali tayang di bioskop Indonesia pada Januari 2026 mendatang.
Film yang pertama kali dirilis pada 2007 ini dijadwalkan hadir serentak mulai 16 Januari 2026 di jaringan bioskop CGV dan Cinepolis seluruh Indonesia.
Film yang dikenal dengan visual puitis serta narasi dan cerita yang menyentuh ini dipastikan akan membawa penonton bernostalgia.
Menjadi salah satu karya ikonik dari sutradara Jepang ternama, Makoto Shinkai, anime movie ini menggambarkan hubungan manusia, mulai dari hubungan yang perlahan memudar, penyesalan, kerinduan, hingga kesunyian.
Adegan-adegan ikonik seperti perjalanan kereta di tengah musim dingin bersalju dan momen-momen hening penuh emosi, menjadi alasan film ini masih membekas di hati penontin selama hampir dua dekade sejak debutnya.
Kembalinya 5 Centimeters Per Second ke layar lebar Indonesia setelah 18 tahun penayangan perdananya ini disambut antusias oleh para penggemar.
Banyak yang menantikan dan tak sabar untuk kembali merasakan kesedihan, kehangatan, dan realitas pahit tentang hubungan manusia ini secara langsung di bioskop.
Dengan penayangan ulang ini, 5 Centimeters Per Second siap kembali menguras emosi penonton Indonesia.
Sinopsis 5 Centimeters Per Second
Anime movie ini berkisah tentang dua sahabat masa kecil, Takaki Toono dan Akari Shinohara yang telah memiliki ikatan emosional sangat kuat.
Terbagi dalam tiga bagian, Takako dan Akari diharuskan berpisah karena orang tua Akari pindah kota. Keduanya berusaha menjaga hubungan melalui surat.
Hingga suatu hari Takaki melakukan perjalanan panjang dengan kereta di tengah badai salju demi bertemu Akari untuk terakhir kalinya.
Bagian kedua menyoroti kehidupan Takaki saat remaja dan menampilkan sosoknya yang pendiam serta tertutup.
Ia masih terjebak kenangan masa lalunya bersama Akari dan membuatnya sulit membuka hati untuk orang lain meski seorang gadis bernama Kanae Sumida menyimpan perasaan padanya.
Bagian terakhir berkisah tentang Takaki dan Akari yang telah dewasa dan menjalani kehidupan masing-masing masih dengan bayangan masa lalu dan perasaan tak tersampaikan yang masih menghantui Takaki.
Kisah realistis tentang cinta, kehilangan, dan jarak yang terasa semakin jauh seiring berjalannya waktu diakui cukup relate dengan kisah banyak orang.(*)