APBN Efisiensi Besar-Besaran, Kepala BPKAD Beber Nasib Tukin Pegawai Pemkot Bandar Lampung

gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Senin, 17 Nov 2025 - 20:01 WIB
Ilustrasi tukin.
Ilustrasi tukin. - Pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan rencana efisiensi anggaran pusat dalam APBN 2026 tidak berdampak pada pembayaran tunjangan kinerja ASN.

Pengurangan Dana Transfer ke Daerah diperkirakan terjadi, namun hak ASN tetap dibayarkan penuh tanpa pemotongan.

Kepala BKAD Bandar Lampung Zaky Irawan menegaskan bahwa pembayaran Tukin tidak bergantung pada dana pusat.

Ia menjelaskan bahwa Tukin ASN Pemkot Bandar Lampung sepenuhnya berasal dari APBD yang telah dialokasikan setiap tahun.

Advertisements

“Tidak ada pengaruhnya ke Tukin. Seluruh pembiayaan dari APBD, jadi tidak terkait efisiensi anggaran pusat,” katanya.

Zaky menuturkan pembayaran Tukin sepanjang 2025 berjalan tanpa kendala.

Ia menyebut Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, selalu mengingatkan agar hak pegawai tidak sampai tertunda.

“Biasanya akhir bulan sudah langsung dibayarkan. Ibu Wali Kota selalu menekankan agar hak pegawai jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Advertisements

Zaky menyebut kebutuhan anggaran Tukin ASN Pemkot Bandar Lampung mencapai hampir Rp9 miliar setiap bulan.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi seluruh ASN sesuai kelas jabatan dan capaian kinerja masing-masing.

Menurut Zaky, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan strategi pengelolaan anggaran agar kebijakan efisiensi pusat tidak berdampak pada pelayanan dan kesejahteraan pegawai.

“Pegawai adalah ujung tombak pelayanan. Jadi meskipun TKD berkurang, Tukin tetap aman,” tegasnya.

Advertisements

Ia berharap ASN tetap fokus bekerja dan tidak terbebani isu pemotongan tunjangan pada 2026.

“Harapan kami, para ASN tetap memberikan kinerja optimal sebagai pelayan masyarakat,” tutupnya.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements