RADARLAMPUNG.CO.ID - Frozen food menjadi pilihan praktis, awet, dan mudah dikonsumsi kapan saja.
Banyak konsumen membeli frozen food sebagai stok di rumah. Kebiasaan ini membantu memenuhi kebutuhan harian.
Gde Putu Sukardi merupakan pemilik usaha frozen food Jays’ Store di Way Halim Permai, Sukarame, Bandar Lampung.
Ia mengaku hanya menjual frozen ayam dalam bentuk fillet dan ayam utuh. Usaha ini berjalan sejak 2019 dengan modal awal sekitar Rp50 juta.
Gde menjelaskan bahwa ia tidak melakukan pemasaran door to door. Ia memanfaatkan Facebook Ads sebagai media promosi.
“Mayoritas konsumen saya masih di Bandarlampung,” katanya.
“Saya juga menjadi distributor untuk beberapa pelaku usaha seperti toko frozen dan warung sate,” lanjutnya.
Beberapa bulan terakhir, kata dia, Jay’s Store juga mensuplai sekitar tiga dapur MBG.
“Sampai sekarang banyak konsumen yang repeat order,” katanya.
“Saya bisa menjamin kualitas daging ayam yang saya jual bagus,” lanjutnya.
Dirinya memilih distributor ayam fillet dari rumah potong bersertifikat halal. “Untuk ayam utuh, saya membeli langsung dari PT Charoen Pokphand,” tambah owner Jays’ Store itu.
Ia menyebut, dalam sehari mampu menjual 100–200 kilogram ayam. Omzet bulanan usaha ini dapat menyentuh sekitar Rp200 juta.
Biasanya, kata dia, penjualan menurun saat anak sekolah dan mahasiswa libur. Itu lantaran banyak pedagang ikut libur sehingga permintaan turun.
“Penjualan ramai saat Natal, awal tahun, dan Idulfitri. Omzet bisa naik dua kali lipat dari hari biasa,” katanya.
Dijelaskan, setelah mendapat ayam dari distributor, dirinya melakukan repack menggunakan plastik es batu.
“Ayam fillet yang saya jual harus segar. Lemak dan kulit yang menempel saya pisahkan,” ungkapnya.
Ia menyebut, harga frozen ayam saat ini naik menjadi Rp53–Rp55 ribu per kilogram.
“Ke depan harga kemungkinan naik lagi karena populasi ayam siap panen sedang terbatas,” katanya.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1