Irigasi Metro Tersumbat Parah, Relawan Turun Tangan Bersihkan dan Olah Sampah Jadi Paving

Ruri Setiauntari - Senin, 10 Nov 2025 - 18:58 WIB
GML Indonesia bersama Pesantren Sampah Nusantara angkut sampah yang menyumbat irigasi Banjarsari Metro dan olah limbah jadi paving blok plastik.
GML Indonesia bersama Pesantren Sampah Nusantara angkut sampah yang menyumbat irigasi Banjarsari Metro dan olah limbah jadi paving blok plastik. - Foto Ist. For Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sampah yang menyumbat irigasi sekunder Banjarsari, Metro Utara, diangkut oleh belasan relawan Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Indonesia bersama Bank Sampah Nusantara.

Ketua GML Indonesia Kota Metro sekaligus Founder Pesantren Sampah Nusantara, Slamet Riadi, menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan sejak Minggu, 10 November 2025, hingga Senin, 11 November 2025.

Belasan relawan dengan peralatan seadanya mengangkut sampah dari saluran irigasi yang tersumbat parah.

Sampah yang diangkat bervariasi, mulai dari plastik, limbah rumah tangga, kain, hingga bangkai hewan.

Advertisements

“Kemarin pagi kami mendapat laporan dari warga bahwa irigasi Banjarsari tersumbat parah. Tanpa menunggu, kami langsung turun,” kata Slamet.

Ia menuturkan, hasil pembersihan menghasilkan sekitar empat keranjang besar berisi berbagai jenis sampah.

Sampah-sampah tersebut kemudian dibawa ke Pesantren Sampah Nusantara untuk diolah menjadi paving blok plastik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa bernilai. Namun sebelum bicara nilai, kita bicara tanggung jawab dulu,” ujarnya.

Advertisements

Menurutnya, sungai, irigasi, dan saluran air bukan tempat pembuangan sampah.

Slamet mengaku pihaknya sudah beberapa kali turun untuk membersihkan irigasi dari sampah.

Namun, beberapa hari setelah dibersihkan, tumpukan sampah kerap muncul kembali.

“Padahal, ancaman banjir sudah di depan mata. Setiap musim hujan, warga Metro Utara dan Timur paling dulu terdampak,” katanya.

Advertisements

“Ironisnya, alih-alih tanggap, sejumlah pejabat justru sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan,” pungkasnya.

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements