Jumat Tanggal 13: Antara Mitos, Psikologi, dan Rasa Takut yang Sulit Dihindari

gambar-user/o1vrlzMJVIUMZyAXZZfk9nGt2EwV0xtiD2El5AvI.webp
Khansa Azzahra - Jumat, 27 Mar 2026 - 16:35 WIB
Mitos dan fakta
Mitos dan fakta - Foto: pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Jumat tanggal 13 kembali hadir dalam kalender dan memunculkan rasa waswas bagi sebagian orang.

Meskipun banyak yang telah melewati hari tersebut tanpa kejadian buruk, bayang-bayang kesialan tetap terasa nyata dalam berbagai budaya di dunia.

Pada tahun 2025, hanya ada satu Jumat tanggal 13, tepatnya di bulan Juni. Meski frekuensinya terbatas, kepercayaan terhadap aura negatif hari ini tetap bertahan dan bahkan memengaruhi pola pikir sebagian masyarakat.

Secara ilmiah, tidak ada hubungan langsung antara hari Jumat, angka 13, dan kejadian buruk. Kombinasi ini hanyalah hasil dari siklus kalender Gregorian yang berulang setiap ratusan tahun.

Advertisements

Namun, dari sudut pandang psikologi, rasa takut tersebut memiliki dasar yang cukup kuat.

Menurut Jane Risen dari University of Chicago Booth School of Business, bahkan orang yang tidak percaya takhayul tetap bisa terpengaruh oleh fenomena seperti “jinx” yakni keyakinan bahwa ucapan tertentu dapat membawa nasib buruk.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa ketika seseorang menyatakan sesuatu dengan terlalu yakin, seperti merasa tidak akan mengalami kecelakaan, justru pikiran tentang kemungkinan buruk itu menjadi lebih mudah muncul.

Kondisi ini terjadi karena manusia cenderung menilai kemungkinan berdasarkan seberapa mudah suatu skenario dibayangkan.

Advertisements

Semakin jelas bayangan tentang hal negatif, semakin besar pula keyakinan bahwa hal itu bisa terjadi.

Hal inilah yang membuat Jumat tanggal 13 terasa lebih menegangkan dibanding hari biasa.

Budaya telah memberi label “hari sial”, sehingga pikiran manusia secara otomatis lebih fokus pada kemungkinan buruk.

Menariknya, banyak orang melakukan ritual sederhana untuk menangkal kesialan, seperti mengetuk kayu atau menghindari ucapan tertentu.

Advertisements

Meski tidak sepenuhnya percaya, tindakan ini memberikan rasa tenang secara psikologis.

Dalam studi lain, Jane Risen menemukan bahwa ritual kecil tersebut mampu mengurangi kecemasan. Ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan cara untuk merasa memiliki kendali di tengah ketidakpastian.

Asal-usul ketakutan terhadap Jumat tanggal 13 sendiri masih menjadi perdebatan. Namun, banyak ahli mengaitkannya dengan kisah keagamaan, khususnya Perjamuan Terakhir.

Stuart Vyse menjelaskan bahwa angka 13 sering dikaitkan dengan Yudas, yang dipercaya sebagai tamu ke-13 dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, hari Jumat juga memiliki konotasi negatif karena diyakini sebagai hari penyaliban Yesus.

Advertisements

Meski begitu, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan risiko nyata pada hari ini.

Studi di Jerman dan Amerika Serikat membuktikan bahwa tidak ada lonjakan signifikan dalam kecelakaan atau kasus darurat.

Bahkan di sektor ekonomi, pasar saham cenderung berjalan normal. Namun, rasa takut tetap bisa memengaruhi keputusan individu, seperti menunda perjalanan atau transaksi penting.

Thomas Gilovich menyebutkan bahwa takhayul yang sudah mengakar dalam budaya sering kali tetap dihormati, meskipun tidak rasional. Mengabaikannya justru terasa seperti mengambil risiko.

Advertisements

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Donald Dossey, yang menilai bahwa kepercayaan ini dapat berdampak pada aktivitas ekonomi karena sebagian orang memilih menunda keputusan besar pada hari tersebut.

Pada akhirnya, Jumat tanggal 13 bukanlah tentang fakta atau logika semata, melainkan tentang bagaimana manusia memaknai ketidakpastian.

Ketakutan itu mungkin tidak berdasar, tetapi tetap terasa nyata dalam pikiran banyak orang.


*(Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements