RADARLAMPUNG.CO.ID – Langkah agresif kembali dilakukan Canva dalam memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan dan otomatisasi pemasaran.
Perusahaan desain digital tersebut resmi mengakuisisi dua startup teknologi, yaitu Simtheory dan Ortto, sebagai bagian dari ekspansi besar di sektor AI.
Akuisisi ini menjadi bukti keseriusan Canva dalam membangun ekosistem berbasis AI yang lebih luas.
Meski nilai transaksi tidak diungkapkan, langkah ini disebut sebagai bagian dari investasi berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur AI dan pemasaran digital.
Kedua startup tersebut didirikan oleh Chris Sharkey dan Mike Sharkey, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri Stayz.
Setelah akuisisi, keduanya akan bergabung dengan Canva dan mengisi posisi strategis di tim teknologi AI dan pemasaran.
Langkah ini memperkuat transformasi Canva dari sekadar platform desain menjadi sistem kerja terintegrasi.
Dengan tambahan teknologi dari Simtheory dan Ortto, Canva kini mampu mencakup seluruh proses kerja, mulai dari ide awal hingga pelaksanaan dan evaluasi kampanye pemasaran.
Simtheory dikenal sebagai platform kolaborasi AI yang memungkinkan tim membangun asisten digital yang dapat memahami kebutuhan bisnis, bekerja lintas platform, serta menjalankan berbagai tugas secara otomatis.
Teknologi ini juga mendukung penggunaan model AI terbaru dalam berbagai skenario kerja, termasuk pembuatan alur kerja berbasis agen yang fleksibel.
Sementara itu, Ortto menghadirkan solusi terpadu antara data pelanggan dan otomatisasi pemasaran.
Platform ini memungkinkan pengguna mengelola interaksi pelanggan melalui berbagai kanal seperti email, SMS, notifikasi aplikasi, hingga survei dalam satu sistem terintegrasi.
Dengan arsitektur berbasis peristiwa dan integrasi tanpa kode, Ortto mempermudah aktivasi data secara real-time.
Saat ini, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 11.000 pelanggan di hampir 190 negara.
Akuisisi ini juga memperkuat ekosistem Canva Grow, yaitu solusi milik Canva untuk pembuatan konten sekaligus pengukuran performa kampanye.
Kehadiran Ortto memungkinkan Canva memperluas jangkauan dari tahap perencanaan hingga optimalisasi pemasaran secara menyeluruh.
Langkah ekspansi ini bukan yang pertama. Canva sebelumnya telah mengakuisisi sejumlah startup lain dalam waktu berdekatan, termasuk Doohly di sektor periklanan luar ruang digital.
Selain itu, Canva juga mengambil alih Cavalry dan MangoAI untuk memperkuat lini teknologi kreatif dan performa iklan.
Sebelumnya, perusahaan juga telah mengakuisisi MagicBrief serta platform desain Affinity dan AI generatif Leonardo.
Dalam dua tahun terakhir, Canva tercatat telah mengakuisisi delapan perusahaan, menunjukkan strategi ekspansi yang agresif di bidang AI dan teknologi pemasaran.
Dari sisi bisnis, Canva mencatat performa yang impresif dengan pendapatan tahunan mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS.
Platform ini juga telah memiliki lebih dari 265 juta pengguna, termasuk 31 juta pengguna berbayar, serta pertumbuhan pengguna aktif bulanan sekitar 20 persen.
Dengan berbagai akuisisi ini, Canva semakin mendekati visinya sebagai platform all-in-one yang tidak hanya fokus pada desain, tetapi juga mencakup produktivitas, AI, dan pemasaran digital secara menyeluruh.
Bahkan, perusahaan disebut tengah mempertimbangkan langkah besar berikutnya berupa penawaran saham perdana (IPO) di pasar Amerika Serikat.
(*Peserta Magang Kemnaker Batch 1