RADARLAMPUNG.CO.ID - Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, memasuki fase penentuan menjelang operasional.
Fasilitas yang berdiri di kawasan Subang Smartpolitan itu ditarget mulai berjalan pada kuartal pertama 2026, seiring rampungnya tahap akhir persiapan produksi.
Penegasan tersebut disampaikan Liu Xueliang selaku General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division dalam pertemuan dengan jurnalis Indonesia di Zhengzhou, Henan, Tiongkok, beberapa hari yang lalu.
“Kami tengah mengebut finalisasi pembangunan pabrik Subang. Saya masih optimis mobil pertama akan diproduksi mulai kuartal pertama 2026,” ujar Liu Xueliang.
BYD juga menyebut aspek administratif dan regulasi sudah berada pada jalur yang dibutuhkan untuk memulai operasi.
Dalam kesempatan yang sama, Liu menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia. Pada akhir 2025, kami telah menuntaskan seluruh komitmen kami dan sudah mendapatkan sertifikasi, termasuk Sertifikat Standar untuk pabrik BYD Subang,” jelasnya.
Menariknya, pabrik Subang disiapkan bukan untuk satu produk saja. Sejak awal, fasilitas ini diproyeksikan sebagai basis produksi multi produk, termasuk kendaraan dan suku cadang.
Liu menegaskan rencana tersebut masih difinalisasi dan detailnya akan dibuka setelah seluruh kesiapan rampung.
“Fasilitas baru ini tidak hanya membuat satu model, tapi multi produk termasuk spare parts. Saat ini masih difinalisasi. Nanti Anda akan kami beri tahu paling dulu jika semuanya sudah siap,” ungkapnya.
Meski demikian, BYD masih menahan informasi mengenai model mana yang akan lebih dulu keluar dari lini produksi Subang. Namun, Liu memberi sinyal bahwa pengenalan produk awal tidak hanya satu model.
“Tentu saja bukan hanya satu model. Kami mempersiapkan lebih dari satu model untuk dikenalkan. Namun kami masih melakukan pertimbangan final secara internal,” katanya.
Di Indonesia, BYD saat ini sudah memasarkan sejumlah model, antara lain Seal, Atto 3, Dolphin, Sealion 7, M6, dan Atto 1, serta membawa merek premiumnya Denza dengan Denza D9.
Dengan portofolio yang sudah terbentuk, pabrik Subang dipandang menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan, mempercepat distribusi, dan memperluas layanan purnajual.
Soal skala fasilitas, sejumlah laporan menyebut kapasitasnya dirancang hingga sekitar 150.000 unit per tahun.
Jika target kuartal pertama 2026 tercapai, pabrik Subang akan menjadi salah satu tonggak penting industrialisasi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing BYD di pasar yang kian padat.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1