BANDAR LAMPUNG- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga aset negara.
Hingga Juni 2026, PT KAI Divre IV Tanjungkarang berhasil mengamankan dan mengembalikan sebanyak 29 bidang aset dengan total luas mencapai 11.698 meter persegi.
Aset-aset tersebut tersebar di berbagai wilayah operasional Divre IV. Pengamanan ini dilakukan bukan tanpa alasan; langkah tersebut diambil untuk memastikan aset negara tetap terjaga, mendukung keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, serta menunjang pengembangan layanan transportasi di masa depan.
Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap proses pengamanan.
Menurutnya, pengamanan aset adalah bentuk tanggung jawab KAI sebagai pengelola aset negara agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.
"Capaian ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan melalui pendekatan persuasif, komunikasi intensif, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait," ujar Zaki, Kamis, 11 Juni 2026.
Salah satu aksi nyata yang dilakukan pada tahun 2026 adalah penertiban lahan seluas ±325 meter persegi di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Lahan tersebut ditegaskan sebagai aset sah KAI berdasarkan Grondkaart Nomor 10 Tahun 1913.
Zaki menjelaskan, proses penertiban di lokasi tersebut dilakukan melalui tahapan yang ketat sesuai prosedur.
Mulai dari sosialisasi, koordinasi dengan pemangku kepentingan, hingga pemberian Surat Peringatan (SP) I pada 20 Juni 2025, SP II pada 31 Juli 2025, hingga SP III pada 12 Agustus 2025.
"Dari total lima bidang tanah di lokasi tersebut, empat bidang telah diserahkan secara sukarela oleh para penghuni," ungkapnya.
Tidak hanya tegas dalam penegakan aturan, KAI juga menunjukkan sisi kemanusiaan.
Zaki menyebutkan bahwa pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi penghuni lanjut usia (lansia) yang terdampak penertiban.
"Kami selalu membuka ruang dialog. Seluruh tahapan dipastikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. KAI berkomitmen untuk terus melakukan pengamanan aset secara bertahap agar aset negara tertata dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan perkeretaapian kepada masyarakat," pungkas Zaki.