Tak Bisa Sembarangan, Ini Cara Mengecas Mobil Listrik agar Baterai Awet

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 18 Des 2025 - 11:20 WIB
Pengisian daya mobil listrik perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar umur baterai lebih panjang dan performa tetap terjaga.
Pengisian daya mobil listrik perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar umur baterai lebih panjang dan performa tetap terjaga. - instagram.com/@hyundaimotorindonesia

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, kebiasaan mengecas baterai menjadi salah satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian pemilik.

Padahal, cara pengisian daya yang tepat berperan besar dalam menjaga kesehatan baterai dan mempertahankan performa kendaraan dalam jangka panjang.

Baterai mobil listrik memang dirancang untuk penggunaan jangka panjang, namun tetap memiliki siklus usia.

Kesalahan kebiasaan mengecas, seperti terlalu sering mengisi penuh atau membiarkan baterai kosong terlalu lama, dapat mempercepat degradasi kapasitas.

Advertisements

Oleh karena itu, memahami pola pengisian yang benar menjadi kunci agar baterai tetap awet.

Berikut tujuh kebiasaan mengecas mobil listrik yang disarankan berdasarkan panduan pabrikan dan temuan ilmiah terkait karakter baterai lithium-ion.

1. Menjaga Level Baterai di Rentang Ideal

Sebagian besar produsen mobil listrik menyarankan penggunaan baterai di kisaran 20 hingga 80 persen untuk pemakaian harian.

Rentang ini dianggap paling aman karena mengurangi tekanan kimia pada sel baterai.

Advertisements

Saat baterai berada di level sangat tinggi atau sangat rendah, reaksi kimia di dalamnya menjadi lebih agresif dan berpotensi mempercepat penuaan.

Dengan menjaga pengisian di rentang menengah, baterai bekerja lebih stabil sekaligus membuat proses pengecasan lebih efisien.

2. Tidak Membiarkan Baterai Kosong Terlalu Lama

Membiarkan baterai berada di kondisi sangat rendah atau habis dalam waktu lama dapat berdampak buruk pada sistem manajemen baterai.

Baterai lithium-ion tidak dirancang untuk sering mengalami kondisi “deep discharge”.

Advertisements

Karena itu, pengisian daya secara rutin lebih dianjurkan meski baterai belum terlalu rendah.

Kebiasaan menunggu baterai hampir habis baru mengecas justru berisiko mempercepat penurunan kapasitas dalam jangka panjang.

3. Memperhatikan Suhu Saat Mengecas

Suhu merupakan salah satu faktor paling berpengaruh terhadap umur baterai.

Panas berlebih dapat mempercepat degradasi, terutama ketika baterai berada di level pengisian tinggi.

Advertisements

Oleh sebab itu, pemilik mobil listrik disarankan mengecas di tempat yang teduh atau memiliki sirkulasi udara baik.

Parkir lama di bawah terik matahari setelah pengecasan penuh sebaiknya dihindari, karena kombinasi panas dan level baterai tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas sel.

4. Mengutamakan AC Charging untuk Pemakaian Sehari-hari

Pengisian daya menggunakan AC charging, seperti di rumah atau kantor, dinilai lebih ramah bagi baterai untuk penggunaan rutin.

Arus listrik yang mengalir lebih rendah sehingga panas yang dihasilkan juga lebih minimal.

Advertisements

Metode ini cocok dijadikan kebiasaan harian karena membantu menjaga suhu baterai tetap stabil.

Sementara itu, fast charging sebaiknya diposisikan sebagai solusi tambahan, bukan pilihan utama setiap hari.

5. Memanfaatkan Fitur Batas Pengisian Daya

Banyak mobil listrik modern telah dilengkapi fitur pengaturan batas pengisian baterai.

Fitur ini memungkinkan pengemudi menghentikan pengisian otomatis di level tertentu, misalnya 80 atau 90 persen.

Advertisements

Mengaktifkan batas pengisian membantu mencegah baterai terlalu sering berada di kondisi penuh, yang dalam jangka panjang dapat menambah beban kerja sel baterai.

Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang rutin mengecas di rumah setiap malam.

6. Menggunakan Fast Charging Secara Bijak

Fast charging atau DC charging memang menawarkan kepraktisan, terutama saat perjalanan jauh.

Namun, metode ini menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan AC charging.

Advertisements

Meski sistem baterai modern telah dilengkapi proteksi, penggunaan fast charging yang terlalu sering tetap dapat menambah tekanan pada baterai.

Oleh karena itu, fast charging sebaiknya digunakan saat benar-benar dibutuhkan, seperti saat bepergian antar kota atau dalam kondisi darurat.

7. Tetap Mengisi Baterai Meski Mobil Jarang Digunakan

Saat mobil listrik jarang dipakai, baterai tetap mengalami penurunan daya secara perlahan akibat sistem kendaraan yang tetap aktif.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa pengisian, baterai bisa turun ke level yang kurang ideal.

Advertisements

Untuk kondisi ini, pengisian berkala disarankan agar baterai tetap berada di level aman.

Menyimpan baterai di kondisi menengah dinilai lebih baik dibandingkan membiarkannya penuh atau hampir kosong dalam waktu lama.

Dalam perjalanan jarak jauh, fast charging menjadi solusi utama bagi pemilik mobil listrik.

Agar tetap aman bagi baterai, pengisian sebaiknya difokuskan di kisaran 10 hingga 80 persen, karena pada level tersebut proses pengisian masih efisien dan panas relatif terkendali.

Advertisements

Jika tersedia, fitur preconditioning baterai juga dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan suhu baterai sebelum pengisian cepat.

Langkah ini membantu mempercepat proses pengisian sekaligus menjaga stabilitas baterai selama perjalanan.

Secara keseluruhan, perawatan baterai mobil listrik sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan dan kebiasaan mengecas sehari-hari.

Pengisian daya yang tidak berlebihan, penggunaan fast charging secara bijak, serta perhatian terhadap suhu dan kondisi baterai menjadi kunci menjaga performa tetap optimal.

Advertisements

Dengan kebiasaan yang tepat, baterai mobil listrik dapat bertahan lebih lama sekaligus menjaga efisiensi kendaraan dalam pemakaian jangka panjang.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements