Pengisian Daya EV BYD Makin Cepat, Super e-Platform Jadi Senjata Baru di Pasar Global

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Senin, 29 Des 2025 - 11:30 WIB
Fitur pengisian ultra cepat BYD tahap awal disebut hanya tersedia untuk model Han L dan Tang L.
Fitur pengisian ultra cepat BYD tahap awal disebut hanya tersedia untuk model Han L dan Tang L. - instagram.com/@sinoauto.id

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - BYD terus mendorong inovasi untuk menjawab salah satu tantangan terbesar mobil listrik, yakni waktu pengisian daya yang masih dianggap memakan waktu.

Pabrikan asal China itu menilai, semakin cepat proses pengisian baterai, semakin besar peluang adopsi kendaraan listrik tumbuh lebih luas.

Terutama bagi konsumen yang masih membandingkan pengalaman “isi daya” dengan pengisian bahan bakar mobil konvensional.

Terbaru, BYD meluncurkan jaringan pengisian daya yang mereka sebut Super e-Platform.

Advertisements

Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan daya pengisian hingga 1.000 kilowatt (1 MW) sehingga baterai mobil bisa terisi jauh lebih cepat dibanding standar fast charging pada umumnya.

BYD menyebut kecepatan ini menjadi kunci untuk mempercepat adopsi EV, karena dinilai dapat mengurangi kekhawatiran pengemudi saat harus mengisi daya dalam waktu singkat.

CEO BYD, Wang Chuanfu, menegaskan inovasi ini memang dibuat untuk meniru kemudahan mobil konvensional.

“Untuk mengatasi kekhawatiran pengguna, kami telah menjawabnya dengan membuat pengisian daya EV sesingkat waktu pembelian bahan bakar kendaraan bensin,” ungkap Wang.

Advertisements

Kecepatan Super e-Platform juga disebut melampaui Supercharger V4 Tesla yang menawarkan daya pengisian hingga 500 kW.

Dalam klaim BYD, sistem ini mampu mengembalikan daya jelajah kendaraan hingga sekitar 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit.

Artinya, waktu tunggu pengisian dapat dipangkas drastis dan mendekati durasi mengisi bensin.

Meski begitu, teknologi ini belum bisa digunakan pada seluruh model BYD.

Advertisements

Untuk tahap awal, hanya kendaraan yang mendukung platform tersebut yang dapat memanfaatkannya, termasuk BYD Han L dan BYD Tang L.

Dengan demikian, kemampuan pengisian ultra cepat ini berkaitan langsung dengan sistem baterai dan perangkat kendaraan yang kompatibel.

Selain mengembangkan teknologi, BYD juga menyatakan kesiapan membangun sedikitnya 4.000 fasilitas pengisian daya ultra cepat di China.

Namun perusahaan belum merinci nilai investasi yang dikeluarkan untuk membangun jaringan tersebut.

Advertisements

Jumlahnya diperkirakan besar mengingat sebagian pemilik kendaraan BYD di China masih banyak bergantung pada fasilitas pengisian daya pihak ketiga.

Di Indonesia, BYD juga mulai memperkuat ekosistem pengisian daya, salah satunya dengan menghadirkan fasilitas charging di jaringan diler agar pelanggan dapat memanfaatkannya dengan lebih mudah.

Keberadaan fasilitas ini dinilai penting mengingat penjualan mobil listrik BYD di Tanah Air menunjukkan tren meningkat.

Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan ritel BYD sepanjang Januari–November 2025 disebut mencapai 39.389 unit, naik 237,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11.654 unit.

Advertisements

Dengan pencapaian itu, BYD disebut masuk jajaran pabrikan terbesar keenam di Indonesia dengan pangsa sekitar 5,3 persen dari total penjualan kendaraan nasional.

Pengembangan pengisian daya ultra cepat ini menjadi bagian dari persaingan teknologi pabrikan mobil listrik global.

BYD ingin menunjukkan bahwa mobil listrik bukan hanya soal efisiensi dan ramah lingkungan, tetapi juga harus menawarkan pengalaman penggunaan yang praktis.

Jika jaringan charger ultra cepat berkembang lebih masif, BYD optimistis hambatan psikologis konsumen terhadap EV khususnya soal lama mengisi daya akan semakin berkurang, sekaligus mempercepat pertumbuhan pasar kendaraan listrik ke depan.

Advertisements

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements