VinFast Siap Produksi Lokal 3.200 Unit EV, Penuhi Syarat Insentif Impor CBU

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Rabu, 31 Des 2025 - 11:30 WIB
Setelah VF3, VinFast menyiapkan Limo Green sebagai MPV listrik yang akan diproduksi berikutnya di Indonesia.
Setelah VF3, VinFast menyiapkan Limo Green sebagai MPV listrik yang akan diproduksi berikutnya di Indonesia. - instagram.com/@vinfastofficial

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - VinFast menegaskan komitmennya untuk memproduksi secara lokal model-model mobil listrik yang masuk skema insentif pemerintah.

Komitmen tersebut bukan sekadar janji, melainkan konsekuensi dari aturan yang mengikat seluruh merek penerima fasilitas impor CBU.

Pabrikan wajib berinvestasi dan memproduksi unit lokal dengan jumlah yang sama dengan unit impor yang mendapatkan insentif, atau dikenal dengan skema one-to-one.

Kewajiban itu juga berlaku bagi VinFast.

Advertisements

Jumlah unit yang wajib diproduksi secara lokal untuk memenuhi syarat insentif kendaraan pribadi berada di kisaran 3.200 unit.

Angka ini berbeda dengan total data impor yang terlapor ke industri, sebab tidak semua impor VinFast merupakan kendaraan pribadi penerima insentif.

Data Gaikindo periode Januari–November 2025 mencatat VinFast mengimpor 17.222 unit mobil listrik secara CBU.

Namun, jumlah tersebut mencakup kendaraan untuk kebutuhan transportasi umum, terutama model VF e34 yang banyak dipakai sebagai armada taksi.

Advertisements

Soal perbedaan ini, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemanto, menjelaskan bahwa angka 17 ribuan unit tidak bisa langsung disamakan dengan unit insentif kendaraan pribadi.

“Itu (angka 17 ribu) kalau dihitung termasuk taksinya semua. Tetapi yang kami laporkan ke Gaikindo itu belum termasuk taksi,” ujar Kariyanto Hardjosoemanto.

Ia menegaskan bahwa yang masuk skema insentif impor mobil listrik pribadi jumlahnya jauh lebih kecil.

“Kalau hanya kendaraan pribadi saja ikut dengan skema insentif pemerintah. Adapun jumlah terhitung mencapai 3.200 unit,” jelasnya.

Advertisements

Dengan perhitungan tersebut, VinFast memiliki kewajiban memproduksi mobil listrik lokal minimal setara angka itu sebagai bagian dari skema insentif yang diterima.

“Itu sudah menjadi komitmen dari semua brand (penerima subsidi). Yang mendapatkan fasilitas CBU tentu harus memproduksi one-to-one,” tegas Kariyanto.

Untuk memenuhi komitmen produksi lokal, VinFast menyiapkan pabrik mandiri di Subang, Jawa Barat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026.

Pabrik ini akan menjadi basis produksi lokal VinFast, dimulai dari VF3 sebagai model pertama. Pemilihan VF3 bukan tanpa alasan.

Advertisements

VinFast menilai model ini punya pasar paling besar dan menjadi tulang punggung penjualan.

“Alasannya tentu karena potensi pasar besar. 70 persen penjualan VinFast dari VF3,” ungkap Kariyanto.

Data industri juga menunjukkan VF3 merupakan model kedua terbanyak yang masuk secara CBU setelah VF e34, dengan jumlah impor 3.377 unit pada periode yang sama.

Sementara VF e34 menjadi model dominan karena banyak digunakan sebagai armada layanan transportasi, terutama taksi Green SM.

Advertisements

Setelah VF3, VinFast disebut akan memproduksi model berikutnya di Indonesia, yakni Limo Green, sebuah MPV listrik yang akan masuk segmen keluarga.

Kehadiran MPV listrik dari VinFast ini berpotensi menambah persaingan di kelas yang saat ini sudah mulai ramai, karena konsumen Indonesia dikenal sangat kuat di segmen MPV.

Secara keseluruhan, strategi lokalisasi VinFast memperlihatkan bahwa fase “jualan impor” mulai diarahkan menuju fase manufaktur.

Dengan aturan one-to-one, angka kewajiban produksi lokal yang jelas (sekitar 3.200 unit), serta rencana operasional pabrik Subang pada awal 2026, langkah VinFast menuju produksi lokal untuk model-model EV  kini punya pijakan yang konkret dan bukan lagi sekadar wacana.

Advertisements

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements