RADARLAMPUNG.CO.ID - Teknologi e3 Platform yang dikembangkan BYD diposisikan sebagai fondasi kendaraan listrik performa tinggi.
Teknologi tersebut tidak semata mengejar tenaga besar, tetapi juga mengutamakan kendali, fleksibilitas manuver, dan keselamatan dalam satu sistem terintegrasi.
Di IIMS 2026, BYD memamerkan penerapan e3 Platform melalui Denza Z9 GT sebagai unit display, untuk menunjukkan bagaimana rancangan struktur kendaraan, perangkat elektronik, hingga kontrol gerak bekerja dalam satu ekosistem.
Head of Product BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata menjelaskan bahwa akar pengembangannya berangkat dari evolusi e Platform yang sejak awal dirancang khusus untuk kendaraan listrik.
“Pada dasarnya, E Platform adalah platform yang digunakan khusus untuk mobil listrik. Jadi memang didesain khusus untuk mobil listrik,” ujarnya dalam sesi paparan teknologi di IIMS 2026.
Salah satu pembeda utama e3 Platform adalah konfigurasi tiga motor listrik independen, yakni satu motor di depan dan dua motor terpisah di roda belakang kiri dan kanan.
Tata letak ini memungkinkan pengaturan distribusi tenaga dan torsi dengan presisi tinggi, sehingga karakter berkendara dapat diatur lebih adaptif, mulai dari respons akselerasi hingga stabilitas saat bermanuver.
Pada Denza Z9 GT, Bobby memaparkan detail performa dari konfigurasi tersebut.
“Denza Z9 GT sendiri membawa tiga motor listrik, dengan detail 230 kW di depan, lalu belakang 240 kW kanan kiri. Jadi total performanya sampai 710 kW dengan torsi 1.150 Nm,” kata Bobby.
Dari sisi struktur, e3 Platform mengusung pendekatan Cell to Body (CTB), yaitu baterai diintegrasikan langsung menjadi bagian struktur bodi.
BYD menilai langkah ini membuat platform lebih kaku dan mendukung kestabilan kendaraan.
“Dengan adanya CTB, baterainya dimasukin ke dalam platformnya, sehingga menambah lebih rigid platformnya,” tegasnya.
Bahkan, Bobby membeberkan angka peningkatan kekakuan sekaligus dampak pada aspek keselamatan.
“Efeknya adalah torsional rigidity-nya bertambah 32 persen. Secara keseluruhan untuk frontal impact intrusion-nya itu berkurang 15 persen. Sedangkan yang dari samping, kalau ditabrak dari samping itu berkurang 32 persen,” ujarnya saat sesi Tech Talk di booth BYD pada IIMS 2026.
Agar platform ini tidak hanya kuat di atas kertas, BYD memasangkan Independent Rear Wheel Steering untuk mendukung dinamika berkendara.
Pada kecepatan rendah, sistem ini membantu mengecilkan radius putar sehingga mobil lebih mudah bermanuver di ruang sempit.
“Contohnya kita lagi mau putar balik, karena ada rear wheel steering ini, turning radius-nya jadi lebih kecil karena dibantu ban belakangnya bisa ikut belok," ujarnya..
Seluruh fitur tersebut disatukan oleh otak pengendali Vehicle Motion Control (VMC) yang bekerja secara real time untuk mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan.
“Vehicle Motion Control tugasnya adalah menerima semua sensor yang tadi diterima, terutama dari ban, sehingga dia bisa menyesuaikan torsi, menyesuaikan akselerasi atau kecepatan masing-masing bannya," lanjutnya.
Di sisi sistem bantuan berkendara, BYD juga menyinggung dukungan sensor pada ekosistem intelligent driving.
Denza Z9 GT disebut didukung 33 sensor dan dua LiDAR untuk pemetaan lingkungan yang lebih akurat, termasuk fungsi bantuan parkir seperti parallel parking dan skenario jalan sempit, serta pengaturan karakter gerak motor belakang untuk kendali yang lebih presisi.
Dengan demikian, e3 Platform pada dasarnya menjadi “paket menyeluruh” yang menyatukan performa tinggi, struktur kendaraan, kemampuan manuver, dan kontrol stabilitas ke dalam satu arsitektur.
Denza Z9 GT dipakai sebagai contoh konkret bahwa performa besar tidak harus mengorbankan kontrol, karena sistemnya memang dirancang untuk menyeimbangkan keduanya sejak awal.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1