Era Mobil Listrik Menguat di Asia Tenggara, Indonesia Catat Rekor Penjualan BEV

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Rabu, 24 Des 2025 - 11:31 WIB
Penjualan mobil listrik di Indonesia melonjak tajam pada awal 2025, seiring menguatnya tren elektrifikasi di Asia Tenggara.
Penjualan mobil listrik di Indonesia melonjak tajam pada awal 2025, seiring menguatnya tren elektrifikasi di Asia Tenggara. - instagram.com/@jakartaautoweek

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Adopsi mobil listrik di kawasan Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang semakin signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) mencatat penjualan mobil listrik di Asia Tenggara tumbuh hampir 50 persen sepanjang 2024 dan kini mewakili sekitar 9 persen dari total penjualan mobil di kawasan.

Thailand dan Vietnam menjadi dua negara dengan tingkat penetrasi tertinggi, menandai pergeseran pasar otomotif regional menuju kendaraan rendah emisi.

Tren tersebut juga tercermin kuat di Indonesia.

Advertisements

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan lonjakan tajam penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada empat bulan pertama 2025.

Sepanjang Januari hingga April 2025, penjualan BEV secara wholesales tercatat mencapai 23,9 ribu unit, melonjak 211 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada April 2025 saja, penjualan BEV mencapai 7,4 ribu unit, meskipun sedikit menurun dibandingkan Maret yang menembus 8,8 ribu unit.

Secara bulanan, penjualan BEV sepanjang awal 2025 memang bergerak fluktuatif. Januari mencatat 2.517 unit, lalu meningkat tajam menjadi 5.183 unit pada Februari.

Advertisements

Namun, bila dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, lonjakan penjualan terjadi di hampir seluruh bulan.

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dibandingkan fase awal masuknya mobil listrik ke pasar domestik.

Pada Januari 2022, penjualan BEV di Indonesia masih berada di angka 36 unit dan bahkan turun menjadi sembilan unit pada bulan berikutnya.

Di tengah pertumbuhan tersebut, merek asal Tiongkok menjadi pemain dominan.

Advertisements

BYD mencatat penjualan wholesales sebesar 9,2 ribu unit selama Januari–April 2025, atau setara 38,5 persen dari total penjualan BEV nasional.

Capaian ini menjadikan BYD sebagai pemimpin pasar mobil listrik di Indonesia saat ini.

Merek lain juga mencatat kinerja positif. Wuling membukukan penjualan 3.687 unit dengan pangsa pasar 15,4 persen, disusul Chery yang menjual 3.441 unit atau sekitar 14,4 persen.

Denza, sub-merek BYD, menempati posisi berikutnya dengan 3.335 unit atau 13,9 persen pangsa pasar.

Advertisements

Sementara itu, merek lain seperti Aion, Geely, Hyundai, Morris Garage, Neta, hingga Citroen masih menguasai porsi pasar di bawah 10 persen.

Kuatnya posisi BYD juga tercermin dalam peringkat merek terlaris nasional.

Pada April 2025, BYD menjual 3.496 unit secara wholesales dan menempati posisi kelima merek terlaris, melampaui Honda yang mencatat penjualan sekitar 3.000 unit pada periode yang sama.

Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara menilai peningkatan penjualan BYD didorong oleh kombinasi produk dan strategi pasar yang agresif.

Advertisements

“Modelnya cukup bagus, kemudian pendekatannya BYD cenderung global. Jaringan mereka juga berkembang, sehingga kekhawatiran konsumen bisa dijawab,” ujar Kukuh.

Secara global, laporan IEA mencatat penjualan mobil listrik dunia telah melampaui 17 juta unit pada 2024, dengan pangsa lebih dari 20 persen dari total penjualan mobil.

Negara-negara berkembang kini menjadi pusat pertumbuhan baru, termasuk Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Pada 2025, penjualan mobil listrik global diperkirakan menembus 20 juta unit dan mewakili lebih dari seperempat pasar otomotif dunia.

Advertisements

IEA juga memproyeksikan bahwa pada 2030, satu dari empat mobil yang dijual di Asia Tenggara merupakan kendaraan listrik, didukung oleh kebijakan pemerintah, kapasitas manufaktur regional, serta semakin kompetitifnya harga mobil listrik, terutama dari produsen China.

Dengan derasnya masuk model-model baru berharga terjangkau, termasuk di Indonesia, persaingan pasar mobil listrik di kawasan diperkirakan akan semakin ketat.

Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai salah satu episentrum pertumbuhan kendaraan listrik global di luar China, Eropa, dan Amerika Serikat.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements