RADARLAMPUNG.CO.ID - Yamaha terus memperlihatkan keseriusannya bermain di segmen motor listrik.
Salah satu bukti yang paling nyata adalah kehadiran Yamaha NEO’s, skuter listrik komuter yang sudah dipasarkan di sejumlah negara dan bahkan sempat dibawa ke Indonesia untuk kebutuhan riset.
NEO’s bukan tipe motor listrik yang mengejar kecepatan tinggi, melainkan dirancang sebagai kendaraan harian yang praktis, mudah dikendalikan, dan cocok untuk mobilitas perkotaan.
Di Indonesia, Yamaha NEO’s sempat mencuri perhatian karena digunakan dalam program uji coba bersama Grab.
Unit tersebut dipakai oleh pengemudi ojek online sebagai bagian dari riset penggunaan motor listrik di lapangan.
Statusnya perlu ditegaskan: NEO’s belum dijual untuk publik di Indonesia, karena program yang berjalan masih berada pada tahap pengujian dan pengumpulan data.
Dari sisi konsep, NEO’s mengandalkan teknologi yang menjadi kunci skuter listrik modern, yaitu baterai lithium-ion yang bisa dilepas (removable battery).
Yamaha merancang baterainya agar dapat diangkat dan diisi ulang di rumah atau kantor, sehingga pengguna tidak harus bergantung pada stasiun pengisian khusus.
Di pasar global, Yamaha menawarkan NEO’s dalam versi baterai tunggal dan versi Dual Battery untuk pengguna yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang.
Baterai yang digunakan memiliki spesifikasi 50,4V/19,2Ah, dan bobotnya sekitar 8 kilogram.
Pengguna dapat mengisi daya saat baterai terpasang di motor atau ketika baterai dilepas.
Konsep ini menjadi nilai jual utama NEO’s karena menyesuaikan pola pemakaian komuter, yakni cas malam di rumah lalu digunakan kembali pada siang hari.
Soal jarak tempuh, NEO’s memiliki angka yang berbeda tergantung skenario uji. Di Eropa, Yamaha mengklaim versi baterai tunggal mampu menempuh sekitar 37 kilometer.
Untuk versi Dual Battery, Yamaha menyebut jarak tempuh dapat mencapai 42 mil dalam pengujian WMTC Class 1 pada mode standar.
Sementara untuk kondisi uji tertentu yang pernah disebut di Indonesia, jarak tempuh bisa lebih tinggi, yakni sampai sekitar 72 kilometer, dengan catatan penggunaan konstan pada kecepatan rendah dan bobot pengendara tertentu.
Karakter NEO’s memang dibuat untuk kebutuhan kota.
Secara performa, tenaga motor listriknya berada di kisaran 2,3 kW, namun Yamaha menonjolkan respons torsi awal yang besar.
Dalam data uji yang beredar, torsinya disebut mencapai 138,3 Nm, sehingga tarikan awal lebih terasa saat stop-and-go di lalu lintas padat.
Ini sesuai dengan tipikal skuter listrik yang unggul pada akselerasi awal, bukan pada kecepatan puncak.
Di sisi pengisian daya, NEO’s masih mengandalkan pola pengisian rumah.
Waktu cas penuh berada di kisaran 8–9 jam, sehingga skema penggunaan paling masuk akal adalah mengisi daya pada malam hari.
Pola ini juga cocok untuk pemilik rumah atau pengguna yang memiliki akses listrik stabil di tempat tinggal maupun tempat kerja.
Langkah Yamaha menghadirkan NEO’s untuk uji lapangan menunjukkan pendekatan yang realistis.
Yamaha tidak sekadar merilis produk listrik, tetapi juga menguji pola penggunaan, termasuk untuk kebutuhan operasional seperti pengantaran dan mobilitas intensif di kota.
NEO’s pada akhirnya menjadi gambaran arah inovasi Yamaha: motor listrik yang tidak rumit, fokus pada kebutuhan harian, dan mempermudah pengguna lewat baterai portabel.
Jika suatu saat dipasarkan luas di Indonesia, Yamaha NEO’s berpotensi mengisi ceruk skuter listrik komuter yang mengutamakan kemudahan pengisian daya dan fleksibilitas pemakaian.
Namun untuk saat ini, posisi NEO’s di Indonesia masih jelas sebagai produk yang diuji, sekaligus menjadi bagian dari upaya Yamaha mematangkan teknologi dan ekosistem motor listriknya.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1