SPKLU Ramai Saat Liburan? Begini Cara Atur Waktu, Rute, dan Top-up Biar Tak Mengantre

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Selasa, 30 Des 2025 - 11:59 WIB
Cek antrean SPKLU sebelum masuk rest area bisa menghemat waktu dan mencegah berhenti di titik yang padat.
Cek antrean SPKLU sebelum masuk rest area bisa menghemat waktu dan mencegah berhenti di titik yang padat. - instagram.com/@voltronid

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Antrean pengisian daya di SPKLU kerap menjadi “momok” pengguna mobil listrik saat libur panjang.

Penyebabnya jelas, jumlah pemudik dan pelancong meningkat dalam waktu bersamaan, sementara durasi pengisian daya tiap kendaraan relatif lama sehingga satu titik charging cepat penuh.

Pada masa libur Nataru 2025/2026 saja, PLN menyiapkan 4.516 unit SPKLU di 2.935 lokasi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi kendaraan listrik di jalur perjalanan.

Di jalan tol, anak usaha Jasa Marga, JMRB, juga mengoperasikan 107 SPKLU yang beroperasi 24 jam di 26 Travoy Rest Area yang menunjukkan bahwa titik-titik rest area memang menjadi pusat permintaan saat puncak liburan.

Advertisements

Meski infrastruktur bertambah, antrean tetap bisa terjadi jika pemilik EV datang pada waktu yang sama ke lokasi yang sama. 

Berikut strategi yang rapi dan bisa diterapkan agar peluang mengantre bisa ditekan, lengkap dengan pijakan fakta yang jelas.

1. Rencanakan Rute dan Titik Charging Sejak Awal dengan Trip Planner PLN Mobile

Strategi paling efektif menghindari antrean adalah memastikan kamu tidak “bergantung” pada satu SPKLU favorit atau satu rest area populer.

Advertisements

PLN menyediakan fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile yang bisa dipakai untuk menyusun rute perjalanan dan menampilkan SPKLU di jalur yang akan dilalui.

Dengan Trip Planner, kamu bisa menentukan minimal dua atau tiga titik pengisian daya alternatif.

Misalnya satu titik sebelum masuk jalur padat, satu titik di tengah perjalanan, dan satu titik cadangan di kota terdekat.

Cara ini membuat keputusan charging lebih terkendali, karena kamu tidak perlu menunggu baterai kritis dan tidak terpaksa berhenti di lokasi yang kebetulan sedang penuh.

Advertisements

Prinsipnya sederhana: semakin rapi rute dan opsi SPKLU, semakin kecil peluang terjebak antrean.

2. Cek Kepadatan dan Antrean SPKLU Secara Real-Time Sebelum Memutuskan Berhenti

Kesalahan paling sering saat libur panjang adalah pengemudi langsung masuk rest area dan baru sadar SPKLU penuh setelah tiba.

Padahal PLN sudah menyiapkan fitur pemantauan antrean SPKLU real-time melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pengguna bisa mengecek kondisi SPKLU sebelum datang.

Advertisements

Misalnya sekitar 10–20 km sebelum rest area tujuan, cek kembali status SPKLU di aplikasi.

Jika terlihat padat atau antre, kamu bisa langsung mengganti rencana, entah berhenti di rest area sebelumnya, rest area berikutnya, atau titik SPKLU lain di luar rest area.

Ini akan menghemat waktu karena kamu tidak terbuang untuk masuk-keluar rest area hanya demi menemukan SPKLU penuh.

3. Jangan Menunggu Baterai Terlalu Rendah, Isi Daya Lebih Awal (Pre-Emptive Charging)

Advertisements

Saat baterai sudah terlalu rendah, pilihan kamu menyempit: kamu harus mengisi daya di titik terdekat, meskipun tempat itu penuh.

Itu sebabnya strategi penting adalah mengisi daya lebih awal dan menjaga “buffer energi” selama libur panjang.

Trip Planner membantu pengguna menentukan kapan dan di mana harus berhenti, bukan menunggu indikator tersisa sedikit.

Ini bukan sekadar tips umum, secara operasional, antrean SPKLU bisa cepat mengular karena durasi charging tidak sebentar.

Advertisements

Dengan menjaga baterai tidak sampai kritis, kamu punya ruang untuk memilih lokasi yang tidak padat.

Selain itu, kamu juga bisa menghindari situasi terburuk seperti harus menunggu lama di rest area yang penuh saat jam puncak arus liburan.

4. Siapkan Lokasi Alternatif Seperti Rest Area Sebelah, Kota Terdekat, atau SPKLU Non-tol

Banyak pengguna EV hanya menargetkan SPKLU di rest area tertentu karena dianggap “paling nyaman”, padahal ini membuat semua orang berkumpul di titik yang sama.

Advertisements

SPKLU tidak hanya ada di tol. PLN menyiapkan ribuan SPKLU di berbagai wilayah dan melakukan pengecekan jalur melalui kegiatan PLN Mobile EVenture untuk memastikan titik-titik SPKLU siap di rute perjalanan.

Sementara di tol, JMRB menyiapkan SPKLU di jaringan Travoy Rest Area yang beroperasi 24 jam.

Praktiknya, kamu sebaiknya menyiapkan “plan B” yang realistis.

Apabila SPKLU di rest area A padat, pindah ke rest area B yang jaraknya tidak terlalu jauh, atau keluar sebentar ke kota terdekat jika memang ada SPKLU yang lebih longgar.

Advertisements

Kuncinya adalah fleksibilitas lokasi, bukan memaksakan diri berhenti di satu titik yang sama dengan ribuan pengguna lain.

5. Saat Ramai, Lakukan Top-Up Secukupnya agar Menghindari Charging Sampai Penuh di Lokasi Padat

Antrean SPKLU membesar karena setiap kendaraan butuh waktu charging cukup lama.

Secara umum, durasi pengisian di SPKLU berada di rentang 30–90 menit, bergantung pada jenis charger dan kendaraan.

Advertisements

 Ketika titik charging padat, strategi yang lebih efisien adalah melakukan top-up secukupnya untuk melanjutkan perjalanan ke titik berikutnya yang lebih lengang.

Dengan kata lain, kamu tidak harus menunggu sampai baterai 90–100% di rest area yang sedang penuh.

Ini bukan soal pelit, tapi soal manajemen waktu dan manajemen antrean. Semakin lama kendaraan menempel di charger, semakin banyak kendaraan lain yang menunggu di belakang.

6. Prioritaskan Fast/Ultra Fast Charging Bila Tersedia untuk Mempercepat Rotasi

Advertisements

Jika di satu lokasi tersedia beberapa tipe charger, pilih tipe yang mempercepat pengisian agar waktu berhenti lebih singkat.

Beberapa sumber menyebut ultra fast charging (DC) dapat memangkas waktu pengisian menjadi sekitar 15–30 menit pada kondisi tertentu, jauh lebih cepat dibanding pengisian standar.

Ketika libur panjang, pemilihan fast/ultra fast bisa membantu dua hal sekaligus, lebih cepat melanjutkan perjalanan dan antrean di belakangmu juga bergerak lebih cepat.

Namun tetap perlu dicatat, hasil charging akan dipengaruhi faktor kendaraan, kapasitas baterai, dan kondisi pengisian, sehingga strategi utamanya adalah menggunakan charger cepat untuk “mengurangi waktu okupansi” di lokasi yang ramai.

Advertisements

Dengan menerapkan strategi di atas, pengguna mobil listrik bisa menekan risiko antrean SPKLU saat libur panjang secara nyata.

Infrastruktur sudah disiapkan, fitur resmi sudah tersedia, dan data menunjukkan titik-titik SPKLU memang dibangun untuk mendukung mobilitas tinggi.

Tinggal bagaimana pengguna memaksimalkannya dengan rencana yang rapi.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements