RADARLAMPUNG.CO.ID - Dari sudut rumahnya di Jalan Blora Gang Jaya No. 31, Segalamider, Bandarlampung, Vallery Teguh merawat ribuan ikan hias yang mengubah hobi menjadi sumber penghasilan.
Sejak Agustus 2019, ia menekuni ikan hias hingga terus berkembang dan memberi keuntungan sekaligus pengalaman mengikuti berbagai kontes. “Iya, memelihara ikan memang hobi saya,” ujarnya.
Kini, sekitar 10 jenis ikan menghuni kolam dan akuariumnya dengan populasi lebih dari 2.000 ekor, mulai albino koi hingga albino full red.
Nama-nama seperti black ribbon, sky blue, big ear, dan dragon menjadi bagian koleksi yang dipilih karena warna menarik sekaligus peluang ekonomi.
Ketertarikan itu, menurutnya, lahir dari perpaduan estetika warna dan potensi pasar yang terus terbuka dari hobi memelihara ikan hias.
Rutinitasnya tak berhenti pada perawatan, sebab ia juga aktif mengikuti kontes dengan mengandalkan jenis sky blue dan albino koi.
Dalam setiap perlombaan, penilaian mencakup kelas solid dengan warna pekat merata serta bentuk ekor rapi, disertai pembagian usia ikan.
“Biasanya ada kelas remaja usia 3 bulan,” jelasnya.
Pengalaman membawa hasil ketika ia meraih juara dua kategori albino koi pada kontes kemerdekaan di Jogja dan memperoleh trofi serta uang pembinaan.
Di balik capaian itu, persiapan utama dilakukan dengan menjaga kualitas air agar ikan tetap sehat dan tampil optimal saat dinilai juri.
Ia memastikan ikan yang dilombakan memiliki kondisi prima melalui perawatan rutin, termasuk pemberian pakan pagi dan sore dengan takaran terkontrol.
Kebersihan akuarium dijaga disiplin dengan mengganti sekitar 50 persen air setiap empat hari untuk mempertahankan kualitas lingkungan.
“Setiap empat hari sekali air dibuang,” ujarnya.
Risiko penyakit tetap ada, terutama akibat cuaca dingin atau pakan berlebih yang memicu gejala seperti ekor kuncup dan jamur.
Penanganan dilakukan dengan mengganti hingga 70 persen air serta menambahkan garam ikan atau garam dapur secukupnya sebagai langkah pemulihan.
“Cara mengatasinya dengan mengganti air,” tambahnya.
Untuk menopang aktivitas tersebut, ia mengalokasikan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan, terutama untuk kebutuhan pakan ikan.
Di akhir, ia mengingatkan sesama pecinta ikan agar merawat peliharaan dengan sepenuh hati, bukan sekadar mengejar keuntungan.
“Peliharalah dan rawat hewan kesukaanmu,” tutupnya.