MESUJI- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) bergerak cepat menangani kerusakan jaringan irigasi gantung di Daerah Irigasi (DI) Rawajitu, perbatasan Mesuji dan Tulang Bawang.
Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) Ditjen SDA Kementerian PU, A. Adi Umar Dani, menginstruksikan adanya percepatan perbaikan dengan menambah jumlah tenaga kerja di lapangan.
Hal ini bertujuan agar infrastruktur vital bagi petani tersebut dapat segera berfungsi normal.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Adi Umar Dani saat meninjau langsung kondisi jaringan irigasi bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
"Kami hadir di sini untuk memastikan perbaikan segera dilaksanakan. Saat ini pihak Balai (BBWS Mesuji Sekampung) sudah bergerak di lapangan," ujar Adi Umar Dani di sela-sela peninjauan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memantau sejumlah titik krusial, mulai dari kerusakan saluran, kondisi pompa air, hingga proses normalisasi saluran pembuang primer (SPP) Rawajitu yang tengah berjalan.
Adi menekankan bahwa penambahan personel adalah kunci agar target waktu tercapai. Ia berharap dalam waktu dekat manfaatnya sudah bisa dirasakan kembali oleh masyarakat.
"Saya instruksikan penambahan tenaga kerja agar lebih cepat selesai. Harapan kami, dalam waktu paling lambat dua minggu, beberapa sektor sudah selesai dan dapat kembali berfungsi," tegasnya
Jaringan irigasi gantung ini sebenarnya merupakan bangunan baru yang dikerjakan pada periode 2020 hingga 2023. Namun, selain kerusakan pada beberapa bagian saluran, Kementerian PU juga menyoroti kinerja pompa air yang dianggap belum maksimal.
"Masalahnya bukan hanya pada jaringan, tapi juga pompa air. Nanti akan kami analisis kembali apa saja yang perlu dioptimalkan agar biaya operasional pompa lebih efisien dan manfaatnya maksimal bagi petani," tambah Adi.
Selain perbaikan fisik bangunan, saat ini juga tengah dilakukan normalisasi saluran sepanjang 10,2 kilometer.
Normalisasi ini melintasi tiga desa di dua kabupaten, yakni, Desa Wono Agung, (Tulang Bawang), Desa Bumi Ratu (Tulang Bawang), Desa Bandar Anom (Mesuji).
Pembersihan di saluran primer ini bertujuan untuk memastikan debit air yang mengalir ke lahan persawahan warga tetap maksimal.
Dengan langkah cepat ini, Kementerian PU berkomitmen untuk terus menjaga produktivitas pertanian di wilayah Lampung, khususnya di lumbung pangan Mesuji dan Tulang Bawang, agar distribusi air tetap terjaga tanpa kendala.