RADARLAMPUNG.CO.ID - Barcelona mulai menyiapkan rencana jangka panjang untuk posisi pelatih meski Hansi Flick baru saja mendapatkan kontrak baru.
Nama Cesc Fabregas disebut menjadi kandidat utama yang diproyeksikan menggantikan Flick apabila pelatih asal Jerman itu hengkang di masa mendatang.
Flick sebelumnya sukses membawa Barcelona meraih dua gelar LaLiga dan satu trofi Copa del Rey dalam dua musim pertamanya.
Atas pencapaian tersebut, manajemen Blaugrana menghadiahinya kontrak baru hingga tahun 2028.
Kesepakatan itu juga dikabarkan mencakup opsi perpanjangan selama satu musim tambahan.
Meski posisi Flick masih aman, Barcelona disebut telah menyusun langkah antisipasi terkait kursi pelatih.
Laporan Radio Catalunya menyebut Fabregas menjadi pilihan pertama yang disiapkan klub Catalan tersebut.
Barcelona bahkan dikabarkan telah mengirim perwakilan ke Como beberapa bulan lalu untuk menjajaki peluang merekrut Fabregas.
Sosok yang disebut menjalankan misi tersebut adalah Alejandro Echevarria.
Ia dikenal sebagai tangan kanan Presiden Barcelona, Joan Laporta.
Langkah itu menunjukkan keseriusan Barcelona dalam memantau perkembangan karier kepelatihan Fabregas.
Mantan gelandang Barcelona tersebut dinilai memiliki prospek cerah setelah membawa Como tampil mengejutkan.
Di bawah arahan Fabregas, Como berhasil mengakhiri musim Serie A 2025/2026 di posisi keempat klasemen.
Pencapaian tersebut sekaligus mengantarkan Como lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Munculnya nama Fabregas membuat peluang Luis Enrique kembali ke Barcelona semakin kecil.
Padahal, Enrique tengah menikmati periode sukses bersama Paris Saint-Germain.
Pelatih asal Spanyol itu telah mempersembahkan 12 gelar juara hanya dalam tiga musim bersama PSG.
Salah satu pencapaian terbaik Enrique adalah membawa PSG meraih treble pada musim 2024/2025.
Namun, Barcelona disebut menghadapi kendala finansial untuk merekrut mantan pelatihnya tersebut.
Gaji Enrique di PSG dilaporkan mencapai 12 juta euro per musim.
Selain faktor ekonomi, Barcelona juga dikabarkan kurang cocok dengan metode Enrique dalam mengelola ruang ganti.
Informasi tersebut turut diungkap dalam laporan media Spanyol, AS.