BANDAR LAMPUNG - Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program bertema 'Wujud Karakter dan Peduli Literasi' di Aula BGTK Provinsi Lampung, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi capaian program literasi sekaligus perumusan langkah strategis ke depan.
Ketua FGMPL, Drs. Sumedi, M.M, menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, termasuk pemberian apresiasi kepada daerah dengan kinerja terbaik.
Salah satu daerah yang mendapat sorotan positif adalah Kabupaten Lampung Tengah. Daerah tersebut dinilai berhasil menyelenggarakan lomba literasi tingkat kabupaten di tengah berbagai tantangan.
Lampung Tengah luar biasa, bahkan sudah kami berikan apresiasi melalui tulisan. Jika kondisi ini dipertahankan, saat lomba tingkat provinsi nanti, saya yakin peluang lolosnya di atas 90 persen,” ujar Sumedi.
- Dorong Pembentukan Forum di Bandar Lampung
Dalam pengembangan organisasi, FGMPL terus menjalin komunikasi intensif dengan Dewan Pembina yang melibatkan lintas instansi, seperti Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Kanwil, Kominfo, hingga Dinas Sosial.
Salah satu target jangka pendek yang menjadi prioritas adalah pembentukan forum literasi di Kota Bandar Lampung.
Sebagai pusat administrasi provinsi, keberadaan forum literasi di ibu kota dinilai sangat mendesak.
“Surat permohonan audiensi sudah masuk ke Bunda Wali Kota Bandar Lampung (Eva Dwiana,red). Kami tinggal menunggu jadwal silaturahmi untuk membahas pembentukan forum yang sampai saat ini memang belum ada,” tambahnya.
Selain itu, FGMPL juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyelaraskan program literasi, khususnya pada jenjang SMA/SMK Sederajat , agar sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.
- Dua Agenda Besar 2026
Dalam Rakor tersebut, pengurus FGMPL menyepakati dua agenda besar untuk tahun 2026, yakni penguatan legalitas kelembagaan dan perluasan kolaborasi dengan perguruan tinggi.
FGMPL menargetkan penyelesaian akta notaris pada awal 2026 agar organisasi memiliki landasan hukum yang kuat dalam berkoordinasi dengan direktorat terkait di tingkat pusat.
“Dengan akta notaris, insyaallah legal secara kelembagaan. Data organisasi akan kami kirim ke direktorat agar diakui secara resmi,” ujar Sumedi.
- Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
FGMPL juga akan mengimplementasikan kerja sama dengan tiga perguruan tinggi besar di Lampung yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Yakni, Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
Kolaborasi ini difokuskan pada program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, dengan menitipkan program sosialisasi literasi saat kampus terjun langsung ke masyarakat.
Sasaran utama kami tetap anak didik dan guru. Namun, perguruan tinggi punya akses luas ke masyarakat, sehingga kami masuk melalui jalur itu agar literasi bisa berjalan beriringan,” jelasnya.
Implementasi penuh kerja sama tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2026.
- Peran Forum Literasi Dinilai Strategis
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program dari Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung tampak hadir Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Surya Aprina Suud.
Ia menegaskan bahwa forum literasi memiliki peran strategis sebagai jembatan antara perpustakaan dan dunia pendidikan.
Menurutnya, sinergi ini penting agar program peningkatan indeks literasi tepat sasaran, khususnya bagi anak sekolah.
Ia juga menekankan perlunya penyesuaian program literasi dengan perkembangan teknologi di era digital.
“Program-program literasi harus menyesuaikan zaman. Sekarang sudah era digital, jadi tidak bisa lagi sepenuhnya konvensional,” ujar Surya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat, sekaligus menghadirkan akses informasi yang lebih modern dan relevan bagi generasi muda di Provinsi Lampung.