Respons Peringatan BMKG, Bunda Eva Instruksikan 'Jumat Bersih' Massal di 126 Kelurahan

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Jumat, 17 Apr 2026 - 12:28 WIB
Respons Peringatan BMKG, Bunda Eva Instruksikan 'Jumat Bersih' Massal di 126 Kelurahan.
Respons Peringatan BMKG, Bunda Eva Instruksikan 'Jumat Bersih' Massal di 126 Kelurahan. - Foto.Dinas Kominfo Bandar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG- Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana,bergerak cepat merespons peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April 2026.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini menginstruksikan aksi 'Jumat Bersih' massal secara serentak di seluruh wilayah yang mencakup 126 kelurahan dan 20 kecamatan pada Jumat, 17 April 2026.

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan penajaman mitigasi struktural pada jalur-jalur drainase utama.

Seluruh elemen masyarakat bersama aparatur pemerintah hingga tingkat RT dikerahkan untuk menyisir titik rawan penyumbatan. Fokus utama pembersihan meliputi, Drainase dan gorong-gorong utama kota.

Advertisements

Lalu, siring atau selokan di pemukiman padat penduduk, saluran air primer dan sekunder.

"Sesuai arahan Bunda Eva, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekannya hingga tingkat lingkungan dan RT," ujar Hendry saat memantau kegiatan.

Hendry, yang juga menjabat sebagai Camat Panjang, menjelaskan bahwa efektivitas drainase perkotaan sangat bergantung pada kapasitas tampung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sedimen dan sampah seringkali menjadi 'biang kerok' banjir.

Advertisements

"Tumpukan sedimen dan sampah kerap mengurangi volume saluran air kita hingga 70 persen.

Pembersihan ini adalah langkah mitigasi agar air hujan dapat mengalir optimal ke pembuangan akhir tanpa meluap ke jalan atau permukiman," tegasnya.

Untuk memastikan aksi ini bukan sekadar seremonial, Wali Kota Eva Dwiana mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan.

Para pejabat diminta mengawasi jalannya pembersihan di tingkat kecamatan dan melaporkan dokumentasi kondisi riil di lapangan.

Advertisements

Laporan tersebut nantinya akan menjadi basis data bagi Pimpinan dan Satgas Bencana Kota Bandar Lampung dalam mengambil langkah strategis selanjutnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah dalam melayani warga.

Mengingat sistem drainase kota yang saling terintegrasi, koordinasi lintas kelurahan menjadi kunci. Forum Camat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif ini.

"Mitigasi banjir bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga kesiapan saluran dalam menampung lonjakan debit air yang tiba-tiba sesuai prediksi BMKG," tambah Hendry.

Advertisements

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai awal pembentukan kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas publik.

"Mari bersama menjaga agar gorong-gorong tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Dengan kolaborasi yang baik, risiko genangan air di Kota Tapis Berseri dapat diminimalisasi secara berkelanjutan," pungkasnya.

 

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements