RADARLAMPUNG.CO.ID - Sejumlah guru Sekolah Disabilitas Bunda (SDB) Bandar Lampung mempertanyakan gaji mereka yang tak kunjung dibayarkan selama satu setengah tahun.
Sedikitnya lima guru tercatat aktif mengajar di sekolah tersebut, mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan segala keterbatasan fasilitas.
Selain tenaga tetap, ada juga relawan dari Dinas Sosial dan pengajar sukarela lain yang membantu proses belajar tanpa menerima imbalan tetap.
Mereka berharap kejelasan pembayaran segera diberikan, agar kegiatan belajar bagi anak-anak disabilitas tidak terhenti karena masalah pendanaan.
Jumlah siswa di SDB mencapai sekitar 88 anak dengan jadwal belajar pada Senin–Rabu dan Selasa–Kamis.
Para guru SDB mulai mengajar sejak Agustus 2024, namun hingga kini belum menerima gaji sejak awal mereka mengajar.
Mereka mengaku sudah menanyakan kepada pihak sekolah, namun hanya diminta bersabar karena gaji masih dalam proses pengajuan.
“Diminta sabar karena masih proses pengajuan, tapi sudah hampir akhir 2025 belum juga dibayar,” ujar seorang guru, Kamis, 13 November 2025.
Meski begitu, para guru tetap melaksanakan tugas mengajar anak-anak sambil berharap gaji segera dibayarkan.
“Kami tetap mengajar karena tanggung jawab, walau harus keluar biaya transportasi sendiri,” tambah guru yang enggan disebut namanya.
Sekolah Disabilitas Bunda berlokasi di Jalan Sukardi Hamdani, Palapa 10, Kelurahan Gunung Terang, Bandar Lampung.
Sekolah ini diresmikan pada 8 Januari 2024 oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, sebagai sekolah negeri disabilitas pertama di kota ini.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, para guru SDB belum menerima gaji sejak sekolah tersebut berdiri.
Kepala SDB Bandar Lampung, M. Yusri, enggan memberikan komentar dan menyarankan agar menghubungi Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bandar Lampung.
“Untuk komentar sebaiknya ke Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bandar Lampung, Pak Mulyadi,” kata Yusri, Selasa, 11 November 2025.
Ia hanya menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di SDB berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB dengan total 88 siswa.
Siswa dibagi menjadi dua hari belajar, yaitu Senin–Rabu dan Selasa–Kamis, dengan tiga hingga empat rombongan belajar per hari.
Yusri enggan mengomentari jumlah guru yang mengajar di SDB.
“Mohon maaf, silakan langsung ke Pak Kabid Dikdas di Disdik saja,” ujarnya singkat.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bandar Lampung, Mulyadi, menyampaikan bahwa pembayaran gaji guru masih dalam proses pengajuan.
“Memang beberapa bulan ini belum dibayar, tapi sedang proses pengajuan, bukan tidak digaji,” kata Mulyadi, Selasa, 11 November 2025.
Ia membantah kabar bahwa guru belum pernah menerima gaji sejak SDB berdiri.
“Ya enggak lah, tidak benar itu,” tegas Mulyadi.
Menurutnya, guru yang bertugas di SDB hanya empat hingga lima orang, dibantu relawan dari Dinas Sosial dan sekolah lain.
“Gaji mereka sedang diupayakan, karena prosesnya panjang. Insyaallah segera dibayarkan, hanya beberapa bulan tertunda,” pungkas Mulyadi.