RADARLAMPUNG.CO.ID - Polresta Bandar Lampung dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026, mematikan ruang gerak pelanggar dengan memaksimalkan ETLE Mobile Handheld.
Jika sebelumnya kamera ETLE statis yang terpasang di titik-titik protokol.
Seperti Jalan Kartini atau Jalan Sultan Agung, kini petugas Satlantas Polresta Bandar Lampung dibekali senjata digital yang bisa memotret pelanggaran di mana saja secara mobile.
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, AKP R. Manggala Agung, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi pelanggar lalu lintas selama operasi berlangsung.
"Dengan ETLE Handheld, petugas kami bergerak dinamis. Lokasi-lokasi yang selama ini tidak terjangkau kamera statis kini tetap dalam pengawasan maksimal," ujar AKP R. Manggala Agung.
Cara kerjanya terbilang simpel namun pelanggar dibuat tidak berkutik.
Petugas cukup memotret pelanggaran melalui perangkat genggam khusus.
Secara otomatis, data mulai dari plat nomor, identitas pemilik, hingga jenis pelanggaran terkirim ke database pusat secara real-time.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 di Kota Bandar Lampung diwarnai pemandangan kontras yang menarik perhatian warga, Selasa, 3 Februari 2026.
Satlantas Polresta Bandar Lampung bersama Jasa Raharja dan Dinas Pendapatan Daerah turun ke jalan.
Di satu sisi, polisi membagikan hadiah manis bagi yang tertib.
Sejumlah pengendara yang kedapatan lengkap secara administrasi dan tertib atribut berkendara justru diberhentikan untuk diberi apresiasi.
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, membagikan langsung helm standar dan cokelat kepada para pengguna jalan yang patuh.
"Kami berikan apresiasi berupa cokelat dan helm sebagai bentuk motivasi. Kami ingin masyarakat merasa bahwa disiplin itu bukan karena takut ditilang, tapi karena butuh keselamatan," ujarnya.
Langkah mengawinkan edukasi humanis dengan teknologi digital ini bertujuan untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan (Pungli).
Dengan ETLE Handheld, profesionalisme petugas lebih terjaga karena semua bukti pelanggaran tersimpan secara elektronik.
"Kami ingin pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Intinya, Operasi Keselamatan Krakatau 2026 ini adalah ajakan bagi warga Bandar Lampung untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama," pungkasnya.