RADARLAMPUNG.CO.ID - PSSI mengecam keras aksi intimidasi yang diterima Beckham Putra usai pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik.
Federasi memastikan akan menelusuri identitas pelaku melalui rekaman CCTV dan kamera pengawas di stadion.
Insiden tersebut terjadi setelah laga Timnas Indonesia kontra Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Beckham Putra menjadi sasaran cacian dari sekelompok suporter seusai pertandingan berakhir.
Pemain Persib Bandung itu tampak tidak mampu menahan emosinya karena merasa mendapat perlakuan yang berlebihan.
Dalam sebuah momen, Beckham bahkan berusaha mendatangi suporter yang melontarkan cacian kepadanya.
Aksi tersebut akhirnya berhasil diredam oleh rekan setimnya, Kevin Diks.
PSSI menyesalkan adanya rivalitas antarklub yang masih terbawa ke dalam agenda Timnas Indonesia.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyebut perlakuan terhadap Beckham tidak pantas terjadi.
"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai," kata Yunus Nusi dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
"Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," lanjutnya.
Menurut Yunus, insiden tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan oleh PSSI.
Ia menegaskan Beckham merupakan pemain muda yang memiliki peran penting bagi Timnas Indonesia.
"Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi Timnas Indonesia," ujarnya.
Karena itu, PSSI menyatakan sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum suporter tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, federasi berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
PSSI akan meminta panitia melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV maupun kamera lain yang tersedia.
"Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada," tutur Yunus.
Langkah itu dilakukan untuk mengidentifikasi suporter yang diduga melakukan makian dan hujatan kepada Beckham.
Setelah identitas pelaku diketahui, PSSI menyiapkan sanksi tegas sebagai bentuk efek jera.
Salah satu sanksi yang dipertimbangkan adalah larangan masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding.
"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu," kata Yunus.
"Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding," lanjutnya.
PSSI juga membuka kemungkinan mempublikasikan foto dan identitas wajah pelaku apabila diperlukan.
Menurut Yunus, langkah tersebut dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan pemain Timnas Indonesia.
"Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding," ujarnya.