BANDAR LAMPUNG— Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menegaskan pentingnya regenerasi petani demi mencegah krisis sumber daya manusia di sektor pertanian dalam dua dekade mendatang. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Provinsi Lampung 2026 yang digelar di Balai Keratun, Bandarlampung, Jumat (31/7/2026).
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa mayoritas petani di Indonesia saat ini sudah berusia lanjut, sementara jumlah petani muda masih tergolong minim.
"Jika tidak ada regenerasi, Indonesia dikhawatirkan akan mengalami kekurangan petani dalam dua dekade mendatang," ujar Karding yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Untuk itu, HKTI berkomitmen mendorong generasi muda agar melihat sektor pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan tradisional, melainkan bidang usaha yang modern, menguntungkan, dan memiliki prospek masa depan yang cerah.
Selain isu regenerasi, dalam kesempatan yang sama Karding juga mengingatkan para petani di Lampung agar lebih waspada dan tidak tergiur membeli benih tanaman berharga murah melalui platform e-commerce atau marketplace.
Ia membeberkan, pihaknya baru saja memusnahkan sekitar 95 ribu benih kelapa sawit ilegal yang beredar bebas secara digital tanpa melalui sertifikasi maupun pengawasan pemerintah.
Menurutnya, penggunaan benih ilegal sangat merugikan karena kualitasnya baru akan diketahui setelah tanaman berumur tiga hingga empat tahun—di mana tanaman gagal berbuah atau tidak memenuhi standar industri dan ekspor.
"Bayangkan petani sudah mengeluarkan biaya besar dan menunggu bertahun-tahun, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Ini tentu menjadi kerugian yang sangat besar," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, HKTI mengimbau petani agar selalu membeli benih dari produsen atau penyalur resmi yang bersertifikat. Petani di Lampung juga diajak untuk mulai beradaptasi dengan penerapan teknologi pertanian modern demi meningkatkan efektivitas dan produktivitas hasil panen.
Ke depan, HKTI memprioritaskan sejumlah program kerja strategis, mulai dari penguatan kelembagaan petani, memperluas akses pasar hingga tingkat ekspor, hingga memperkuat lembaga ekonomi petani agar nilai tambah hasil pertanian dapat dinikmati secara langsung oleh para petani.