Dua Bulan Tak Turun Hujan, Way Kanan Waspada Kekeringan dan Karhutla! DPRD Minta Personel Standby

Hermansyah - Minggu, 02 Agt 2026 - 08:59 WIB
Anggota DPRD Way Kanan sekaligus tokoh masyarakat Baradatu, Elyas Yusman, S.E.
Anggota DPRD Way Kanan sekaligus tokoh masyarakat Baradatu, Elyas Yusman, S.E. - Foto istimewa

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

WAY KANAN– Hampir dua bulan wilayah Kabupaten Way Kanan tidak diguyur hujan. Dampaknya, tanah mulai mengering dan warga di sejumlah daerah mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat menggelar rapat koordinasi (rakor) guna mengantisipasi ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan, Suprianto, S.A.N., menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Way Kanan resmi memasuki periode waspada kemarau sejak Juli 2026.

"Dua ancaman utama yang perlu diantisipasi adalah kekeringan dan karhutla. Wilayah Way Kanan termasuk kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi karhutla, sementara hampir seluruh kecamatan berpotensi mengalami kekeringan," ujar Suprianto.

Advertisements

Menurutnya, karhutla tak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat hingga mengganggu aktivitas ekonomi. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Way Kanan telah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari pemetaan wilayah rawan, pemantauan titik panas (hotspot), deteksi dini, hingga pendataan sumur bor di tiap kampung.

"Kami juga mengoptimalkan infrastruktur pengelolaan air, menyiapkan cadangan logistik, mengagendakan armada mobil tangki air, hingga mendorong pembangunan sumur bor desa sebagai solusi krisis air bersih," terangnya.

DPRD Minta Tindakan Nyata dan Hotline 24 Jam

Advertisements

Di sisi lain, langkah antisipasi Pemkab Way Kanan mendapat sorotan dari pihak legislatif. Anggota DPRD Way Kanan sekaligus tokoh masyarakat Baradatu, Elyas Yusman, S.E., meminta pemerintah tidak sekadar berwacana, melainkan menyiapkan penanganan konkret di lapangan.

Elyas menyoroti pentingnya penempatan personel dan armada pemadam di titik-titik rawan agar respons penanganan saat terjadi bencana bisa lebih cepat.

"Sering terjadi personel terlambat tiba di lokasi, sehingga bangunan atau lahan yang terbakar sudah terlanjur hangus. Way Kanan ini dikelilingi kawasan perkebunan, baik milik perusahaan maupun warga. Jika personel disiagakan di tiap kecamatan, bantuan pasti jauh lebih cepat sampai," tegas Elyas.

Selain penyiapan personel di tingkat kecamatan, Elyas juga mendesak instansi terkait untuk merilis nomor darurat (hotline) khusus yang aktif 24 jam. Hal ini penting agar masyarakat dapat dengan cepat melapor saat menemukan titik api atau mengalami krisis air di wilayahnya.

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements