RADARLAMPUNG.CO.ID - Hujan deras disertai angin kencang menerbangkan atap rumah yang dihuni Parwiti (67) di Dusun Pagelaran II, Pekon Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.
Selain menerbangkan atap, lansia penghuni rumah yang saat itu sendirian nyaris tertimpa balok yang terlepas.
Akibat tiupan angin kencang, bagian depan atap rumah yang terbuat dari asbes bolong.
Sementara bagian belakang rumah yang beratap genting juga sebagian ikut berhamburan.
Saat kejadian, Parwiti yang tinggal bersama anaknya, Agus, sedang sendirian di rumah.
Sedangkan Agus yang sehari-hari menjadi marbot di Mushola Baitul Hayat memiliki pekerjaan sampingan membeli hasil bumi.
Saat kejadian, Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, Agus sedang berkeliling mencari dagangan.
"Sebelumnya saya duduk-duduk di depan Mushola Baitul Hayat bersama tetangga. Karena cuaca mendung begitu gelap, saya pulang ke rumah," ujar Parwiti yang menghuni rumah di lingkungan mushola tersebut.
Namun belum lama masuk rumah, hujan deras turun disertai angin kencang.
Parwiti sempat merasa takut hingga akhirnya ketakutannya terbukti.
Angin bertiup sangat kencang sementara hujan semakin deras.
Tiba-tiba atap rumah yang terbuat dari asbes langsung beterbangan.
Peristiwa itu disusul jatuhnya balok dari atas rumah.
Beruntung Parwiti langsung berlari ke bagian belakang rumah sehingga selamat dari reruntuhan balok.
"Angin seperti berputar, tiba-tiba asbes beterbangan. Sambil berteriak-teriak saya ke belakang rumah," akunya.
Tak lama kemudian, anaknya tiba di rumah dan menyaksikan bagian atap sudah menganga tanpa asbes.
"Masih bersyukur ibu saya tidak apa-apa," ungkap Agus seraya menyebut peristiwa itu menjadi perhatian baginya.
Selain menerbangkan atap rumah, batang pohon alpukat sebesar ember cat di dekat lokasi kejadian juga patah.
Pohon itu sempat menutupi gang di bawahnya, namun langsung dibersihkan warga.
Terkait peristiwa ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu telah menerjunkan petugas.
Anggota BPBD Pringsewu melakukan pendataan dan mendatangi kediaman korban.
"Sudah kami lakukan pendataan untuk penanganan lebih lanjut," terang Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu Nang Abidin Hasan.
Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu yang diwakili Sekretaris Tri Antara juga melakukan pendataan awal guna menentukan langkah selanjutnya.
Untuk rumah yang rusak, perbaikan sementara juga telah dilakukan.