RADARLAMPUNG.CO.ID - Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Karya sutradara Kuntz Agus ini diadaptasi dari novel populer karya Khoirul Trian dengan judul yang sama.
Film ini mengangkat kisah keluarga yang berpusat pada hilangnya peran sosok ayah dalam rumah tangga. Cerita berfokus pada kehidupan Dira dan Darin yang merasakan kekosongan arah dalam keluarga mereka.
Kisah berlangsung di sebuah rumah sekaligus warung bernama Soto Bu Lia. Di sana tinggal Yudi, Lia, serta dua anak mereka yang menghadapi dinamika kehidupan yang tidak mudah.
Tokoh Yudi yang diperankan Dwi Sasono digambarkan hadir secara fisik namun minim peran sebagai kepala keluarga. Sementara itu, Lia yang dimainkan Unique Priscilla justru menjadi tulang punggung keluarga.
Konflik memuncak saat insiden ledakan kompor terjadi di rumah mereka. Peristiwa tersebut membuat Lia mengalami luka serius dan kondisi keluarga semakin tertekan.
Sejak kejadian itu, kehidupan keluarga berubah drastis dengan beban ekonomi yang semakin berat. Utang menumpuk dan biaya pengobatan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Dira yang diperankan Mawar de Jongh sebagai anak sulung terpaksa mengambil tanggung jawab lebih besar. Ia harus bekerja dan menjadi penopang keluarga di tengah kebingungan arah hidup.
Sementara itu, Darin yang dimainkan Rey Bong turut merasakan dampak dari kondisi keluarga yang tidak stabil. Hubungan antar anggota keluarga pun semakin renggang.
Film ini menyoroti rapuhnya keseimbangan keluarga ketika satu peran penting tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sosok ayah yang seharusnya menjadi penuntun justru kehilangan arah dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Di sisi lain, karakter Lia tampil sebagai figur ibu yang kuat dan penuh pengorbanan. Ia tetap berusaha menjaga keutuhan keluarga meski menghadapi luka fisik dan emosional.
Cerita juga menggambarkan bagaimana anak bisa “dipaksa” tumbuh lebih cepat dalam situasi sulit. Dira menjadi representasi anak muda yang harus dewasa sebelum waktunya.
Sejak penayangan perdananya, film ini mendapat banyak respons emosional dari penonton. Banyak yang mengaku tersentuh dan merasa cerita yang diangkat sangat dekat dengan realita kehidupan keluarga.
Penampilan para aktor dinilai kuat dan mampu menghidupkan konflik secara natural. Chemistry antar pemain membuat emosi dalam film terasa lebih dalam dan menyentuh.
Selain menyajikan drama, film ini juga mengajak penonton untuk refleksi diri. Pesan tentang komunikasi dalam keluarga menjadi salah satu poin penting yang disampaikan.
Dengan dukungan pemain lain seperti Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, Dinda Kanyadewi, dan Azami Syauqi, film ini semakin kuat secara emosional. “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” menjadi salah satu tontonan yang layak disaksikan bagi pecinta drama keluarga.
*(Peserta Magang Kemnaker Batch 1