METRO- Perum Bulog Cabang Metro bergerak cepat memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi dini menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino yang diperkirakan bakal memengaruhi produksi pangan tahun ini.
Optimalisasi penyerapan ini difokuskan pada Gabah Kering Panen (GKP) yang diambil langsung dari sentra-sentra produksi di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Metro.
Hingga akhir Juni 2026, Bulog Metro tercatat telah menyerap sekitar 41 ribu ton GKP.
Pasokan gabah tersebut berasal dari tiga wilayah penyangga utama, yakni Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Tengah.
Capaian tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk menjaga stabilitas ketersediaan stok beras nasional, sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga bagi hasil panen petani di tengah ketidakpastian iklim.
Sinergi Lintas Sektor Amankan Hasil Panen
Kepala Perum Bulog Cabang Metro, Ferdian D. Admaja, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyerapan gabah dalam jumlah besar ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid di lapangan.
"Realisasi penyerapan gabah kering hingga saat ini mencapai 41 ribu ton. Ini merupakan hasil sinergi Bulog dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kelompok tani, serta mitra penggilingan dalam mengamankan hasil panen petani," ujar Ferdian.
Menurutnya, penyerapan gabah secara masif ini mengemban dua misi penting.
Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tidak jatuh, langkah ini juga untuk memastikan CBP tetap tersedia dalam jumlah memadai guna mendukung berbagai program intervensi pemerintah ke depan.
Mitigasi Kemarau Panjang
Meski kondisi stok beras saat ini dipastikan aman, Bulog Metro menegaskan tidak ingin lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman El Nino.
Fenomena iklim ini diwaspadai karena berpotensi memicu kemarau yang lebih panjang, menurunkan curah hujan, hingga mengurangi pasokan air irigasi yang dibutuhkan sektor pertanian.
"Kami tidak ingin menunggu dampaknya terasa. Selama musim panen masih berlangsung, penyerapan gabah akan terus kami optimalkan agar cadangan beras pemerintah tetap terjaga," tegasnya.
Ferdian menambahkan, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan para petani terus berjalan sebagai langkah mitigasi menghadapi risiko penurunan produktivitas atau bahkan gagal panen akibat perubahan cuaca ekstrem.
"Oleh karena itu, penguatan cadangan pangan menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga beras di pasaran," pungkasnya.
Ke depan, Bulog Metro berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan kelompok tani dan pelaku usaha penggilingan padi di wilayah Lampung.
Strategi ini diharapkan mampu memperbesar daya serap hasil bumi lokal sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah.