PRINGSEWU– Program pembangunan yang digulirkan pemerintah daerah dinilai tidak akan dapat berjalan optimal tanpa adanya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintahan pekon (desa).
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, saat menghadiri peringatan Satu Abad Dusun Podorejo.
Acara tersebut dipusatkan di Lapangan Sumber Waras, Dusun Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu berkomitmen penuh untuk terus menggenjot pembangunan di tingkat pekon. Fokus pembangunan mencakup berbagai sektor mulai dari infrastruktur, penguatan ekonomi melalui UMKM, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Namun, program-program tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dan sinergi dari masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh warga untuk membangun jalur komunikasi yang harmonis," ungkap Umi Laila.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah direalisasikan oleh pemerintah.
"Jika ada program pembangunan, mari kita kawal dan rawat bersama. Sinergitas inilah yang akan memastikan roda pembangunan bergerak lebih cepat, merata, dan tepat sasaran. Pemkab terus berupaya merealisasikan visi Pringsewu Makmur, karena itu dukungan, doa, dan partisipasi aktif masyarakat sangat kami butuhkan," tambahnya.
Menatap satu abad ke depan, Umi mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat akan jauh berbeda. Fokusnya tidak lagi melawan keterbatasan fisik wilayah, melainkan menghadapi derasnya arus digitalisasi dan modernisasi.
Untuk itu, ia meminta masyarakat agar membentengi diri dan keluarga dengan ilmu pengetahuan serta keimanan yang kuat.
"Harapannya agar Podorejo tidak tergerus zaman, melainkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan di Bumi Jejama Secancanan," pesannya.
Lebih lanjut, momentum satu abad ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga Podorejo untuk tidak sekali-kali melupakan sejarah. Perjuangan para pendahulu yang telah bersusah payah babat alas membuka dusun ini harus dijadikan pemantik semangat.
"Jadikan sejarah ini sebagai pemantik semangat untuk bekerja lebih keras, belajar lebih giat, dan berinovasi lebih berani," pungkasnya.
Untuk diketahui, hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Titik Puji Lestari, Camat Pringsewu Christianto HS, dan Kapekon Rejosari Khotmanudin beserta tokoh masyarakat setempat. Acara peringatan ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh penceramah Ust. Syukron Muchtar dari Pajaresuk, Pringsewu. (sag/gie)