RADARLAMPUNG.CO.ID - Kedatangan Presiden RI ke 7 Joko Widodo ke Maliosewu pekon Bulukarto kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu disambut antusias warga.
Berdasarkan pantauan, para warga rela berdesakan desakan sejak siang hari. Panas yang menyengat tak dirasakan.
Pergerakan warga mulai terlihat sejak pukul 12.00. Hingga menjelang pukul 14.00 yang ditunggu tunggupun datang.
Kendaraan Jokowi langsung tersendat saat mulai masuk ke Tugu Gajah angkat barbel. Kerumunan warga terlihat menyesali jalan menuju lokasi.
Beberapa kali mobil yang ditumpangi Jokowi melambat. Kesempatan ini tak disia siakan warga, yang berupaya mendekat.
Dari balik kaca jendela mobil Jokowi pun melambaikan tangan di awasi pengawalan ketat dari pengawalan maupun aparat polres Pringsewu dan Kodim yang berjaga.
Suara emak emak terdengar mendominasi mengeluu elukan kedatangan Jokowi.
Ada yang berupaya mendekat mobil dan menyalami atau hanya sekedar memanggil nama presiden ke 7 itu.
" Pak Jokowi, pak Jokowi," seru salah satu emak emak yang memang sengaja datang ingin melihat dari dekat.
Sementara di ujung jalan rombongan bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas terlihat menunggu.
Terlihat juga warga banyak yang berupaya mendekat bupati dan ketua PSI Pringsewu Rusdiyanto serta jajaran lainnya memilih mendatangi menyambut langsung Jokowi ke arah mobil.
Aparat keamanan yang berjaga langsung membuat pagar betis, membentuk formasi membuka jalan bagi rombongan Jokowi menuju lokasi tempat singgah di Nalst Barbershop cofee.
Tak ada sambutan usai foto foto dan penyerahan Cenderamata bersama bupati ,Jokowi kembali bergerak meninjau lokasi UMKM kuliner Maliosewu.
Warga kembali merangsek mendekat, Kapolres Pringsewu AKBP Yunnus Saputra bahkan langsung turun tangan mengomandoi pengamanan.
Kapolres berdiri didepan membuka jalan agar presiden RI itu dapat mendekati stand UMKM di Maliosewu.
Sementara itu, untuk pengamanan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan lebih dari 300 personel gabungan.
Ratusan personel tersebut disiagakan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan massa sekaligus menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra mengatakan, tingginya animo masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Bahkan, padatnya warga membuat jadwal kunjungan mengalami keterlambatan hampir satu jam dari waktu yang telah direncanakan.
"Antusiasme masyarakat Pringsewu sangat tinggi sehingga memang ada sedikit kesulitan dalam pengamanan," ujar Yunus .
Namun secara keseluruhan kegiatan tetap berjalan dengan lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian, TNI, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama mengamankan kegiatan ini," tambahnya.
Aparat keamanan juga terpaksa meminta sekelompok warga yang menampilkan seni bela diri dengan senjata tajam untuk tak memakai senjata tersebut.
Mereka dapat tetap tampil namun tangan kosong dan musik tradisionil.
Pihak polres menurut Kapolres AKBP Yunnus Saputra juga akan melakukan pendalaman terkait hal ini.
Penampilan seni budaya di lokasi yang disebut berlangsung tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan panitia maupun aparat pengamanan.
"Itu sifatnya memperagakan seni budaya , namun tidak berkoordinasi dengan kami selaku panitia pengamanan. Nanti akan kami lakukan pendalaman lebih lanjut," tegasnya.