PRINGSEWU– Sebuah gudang jagung di RT 007/RW 004, Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, ludes dilalap si jago merah pada Selasa petang, 26 Mei 2026 malam.
Peristiwa kebakaran di Pringsewu ini terjadi tepat saat masyarakat tengah menyambut malam takbir Hari Raya Idul Adha.
Berikut adalah urutan kronologi kejadian serta kepastian motif di balik musibah tersebut:
1. Api Mendadak Muncul dan Membumbung Tinggi
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.10 WIB. Secara mendadak, amuk api langsung membesar dan menjilati bagian atap gudang milik Fajar (26) tersebut.
Lantaran atap bangunan diduga terbuat dari material yang mudah terbakar, dalam hitungan menit, api langsung merembet ke seluruh bagian ruangan dan menciptakan percikan yang beterbangan ke udara.
Kejadian yang mendadak ini sempat membuat warga sekitar panik.
2. Warga Melapor ke Posko Damkar
Melihat kobaran api yang kian tak terkendali, sejumlah warga langsung berinisiatif mendatangi Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo yang berada paling dekat dari lokasi untuk meminta bantuan darurat.
"Personel kami menerima laporan dari warga yang langsung datang ke pos Damkar Sukoharjo," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu, Nang Abidin Hasan.
3. Pengerahan Tiga Unit Armada Pemadam
Mendapat laporan tersebut, Tim Satgas Damkar Sukoharjo langsung bergerak ke lokasi.
Mengingat kondisi api yang sudah terlanjur membesar, petugas langsung meminta penguatan armada.
Total ada tiga unit mobil pemadam yang diterjunkan, masing-masing dari Mako Pringsewu, Posko Sukoharjo, dan lingkungan Pemda.
4. Evakuasi dan Pemadaman Bersama Warga
Tiba di lokasi, petugas Damkar bersama warga setempat langsung bahu-membahu menjinakkan titik api.
Setelah berjibaku melawan kobaran api selama puluhan menit, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total sehingga tidak meluas ke pemukiman sekitar.
Motif dan Penyebab Kejadian
Mengenai motif atau penyebab pasti dari peristiwa kebakaran ini, pihak berwenang sejauh ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas belum bisa memastikan apakah api dipicu oleh korsleting listrik atau ada faktor kelalaian lainnya.
Meskipun seluruh bangunan beserta isinya hangus, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Untungnya tak ada korban jiwa, sedangkan nilai kerugian materiil yang ditimbulkan saat ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak pemilik," pungkas Nang Abidin Hasan.