RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji menyiapkan langkah strategis menghadapi ancaman kemarau ekstrem pada pertengahan 2026.
Di tengah kewaspadaan global terhadap fenomena El Nino Godzilla, kesiapsiagaan lintas sektor mulai dilakukan Pemkab Mesuji.
“Hari ini kami melaksanakan rapat awal persiapan menghadapi El Nino Godzilla bersama perangkat daerah,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Mesuji Angga Pramudita, Senin, 27 April 2026.
Ia menjelaskan, rapat tersebut membahas kesiapan masing-masing perangkat daerah dalam menghadapi dampak El Nino di wilayah Mesuji.
Selain itu, pertemuan juga mengevaluasi ketersediaan sarana prasarana serta personel yang akan dilibatkan dalam penanganan bencana mendatang.
“Rapat ini menjadi langkah awal kesiapan Pemkab Mesuji, selanjutnya kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Forkopimda serta pihak perusahaan,” ujarnya.
“Kami mulai menyusun langkah konkret dan terintegrasi agar setiap perangkat daerah bergerak cepat menghadapi El Nino,” lanjutnya.
Sebelumnya, BPBD Mesuji telah memetakan wilayah rawan kekeringan, krisis air bersih, serta kekeringan lahan pertanian.
Di Kecamatan Rawajitu Utara, wilayah terdampak meliputi Desa Sungai Buaya, Sungai Sidang, Sidang Makmur, Sidang Way Puji, Sidang Kurnia Agung, dan Sidang Sidorahayu.
Sementara di Kecamatan Mesuji Timur mencakup Desa Talang Baru, Margojadi, Margomulyo, Margojaya, Tanjung Menang, Dwi Karya Mustika, Wonosari, Sungai Cambai, dan Mukti Karya.
Wilayah lain di Mesuji Timur meliputi Desa Pangkal Mas, Pangkal Mas Jaya, Pangkal Mas Mulya, Muara Mas, Muara Asri, Tanjung Mas Mulya, Tanjung Mas Jaya, dan Tanjung Mas Rejo.
Berikutnya di Kecamatan Mesuji terdapat Desa Wiralaga II dan Sungai Badak, kemudian Kecamatan Panca Jaya meliputi Desa Adimulyo dan Fajar Baru.
Di Kecamatan Simpang Pematang, daerah rawan berada di Desa Bangun Mulyo.
Sementara wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan berada di Kecamatan Mesuji, Desa Wiralaga, serta Kecamatan Mesuji Timur, Desa Margojadi.