RADARLAMPUNG.CO.ID Kabupaten Mesuji mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan lebih panas dibanding tahun sebelumnya.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga krisis air bersih menjadi perhatian utama.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Pelaksana (BPBD) Kabupaten Mesuji Angga Pramudita saat dikonfirmasi pada Kamis 9 April 2026.
Menurut Angga pihaknya sudah melakukan persiapan dan langkah-langkah dalam menghadapi musim kemarau.
Selain itu Musim kemarau yang dimungkinkan akan terjadi tersebut membuat pihak senantiasa waspada dengan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Kami sudah bentuk TRC dalam mengantisipasi atau untuk merespons sesuatu keadaan dari dampak kemarau itu nantinya.
Kekeringan akibat kemarau disebut akan berdampak pada sektor pertanian, hingga ketersediaan air bersih.
Ditambah Salah satu yang menjadi ancaman bedasarkan kondisi daerah Kabupaten Mesuji adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bahkan Pihaknya juga sudah memetakan Daerah rawan kekeringan dan rentan krisis air bersih serta kekeringan lahan pertanian.
Seperti di Kecamatan Rawajitu Utara Desa sungai Buaya,Desa sungai sidang, desa sidang makmur, Desa sidang way puji, Desa sidang Kurnia Agung,dan Desa sidang Sidorahayu.
Lalu di Kecamatan Mesuji Timur Desa Talang baru, Desa Margo jadi, Desa Margo Mulyo, Desa Margo Jaya, Desa Tanjung Menang, Desa Dwi Karya Mustika, Desa Wonosari.
Desa Sungai Cambai,Desa Mukti Karya, Desa Pangkal mas, Desa Pangkal mas Jaya, Desa Pangkal Mas Mulya, Desa Muara Mas, Desa Muara Asri.
Desa Tanjung mas Mulya, Desa Tanjung mas Jaya, dan Desa Tanjung mas Rejo.
Berikutnya di Kecamatan Mesuji yakni Desa Wiralaga II, Desa Sungai Badak, Kecamatan Panca Jaya, Desa Adimulyo, Desa Fajar Baru. Kecamatan Simpang Pematang Desa Bangun Mulyo.
Sedangkan untuk wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla berada di Kecamatan Mesuji Desa Wiralaga, dan Kecamatan Mesuji Timur Desa Mago jadi. Jelasnya.