Tak Sekadar Manis, Inilah Asal Usul Kue Jahe yang Identik dengan Natal

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 25 Des 2025 - 10:29 WIB
Kue jahe atau gingerbread menjadi salah satu sajian khas yang identik dengan perayaan Natal di berbagai negara.
Kue jahe atau gingerbread menjadi salah satu sajian khas yang identik dengan perayaan Natal di berbagai negara. - instagram.com/@edesmezes_

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Berbagai kuliner natal yang enak dan identik.

Salah satunya, kue jahe atau gingerbread kembali menjadi salah satu sajian yang identik dengan tradisi akhir tahun di berbagai negara.

Keterkaitan kue jahe dengan Natal 25 Desember 2025 ini bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses sejarah panjang yang tercatat dalam literatur kuliner natal dan sejarah Eropa.

Gingerbread adalah kue atau biskuit manis berbumbu jahe dan rempah-rempah lain seperti kayu manis dan cengkih.

Advertisements

Secara historis, Gingerbread dikembangkan di Eropa dan Amerika Utara, terutama untuk konsumsi pada musim gugur dan musim dingin.

Jahe (Zingiber officinale) sendiri berasal dari Asia Tenggara dan telah digunakan sebagai bahan pangan serta obat selama ribuan tahun sebelum masuk ke Eropa melalui perdagangan rempah.

Sejarawan makanan Michael Krondl, menjelaskan bahwa bentuk awal gingerbread di dunia kuno bukanlah roti seperti sekarang, melainkan kue madu.

Penulis Sweet Invention: A History of Dessert itu juga menelusuri keberadaan kue madu berbumbu hingga Yunani dan Romawi kuno, yang kemudian berevolusi seiring perubahan bahan dan ketersediaan rempah.

Advertisements

Di Eropa Abad Pertengahan, rempah-rempah termasuk jahe merupakan barang impor yang mahal.

Profesor sejarah di Yale University, Paul Freedman mencatat bahwa karena nilainya tinggi, makanan berbumbu seperti gingerbread dipandang sebagai hidangan istimewa dan simbol status sosial.

Selanjutnya, seorang biarawan Armenia bernama Gregory of Nicopolis diyakini membawa tradisi pembuatan kue jahe ke Prancis sekitar tahun 992 Masehi.

Namun, sumber-sumber sejarah menempatkan kisah ini sebagai klaim yang tidak sepenuhnya didukung dokumen primer, sehingga lebih sering disebut sebagai bagian dari tradisi lisan sejarah kuliner.

Advertisements

Catatan tertulis yang lebih kuat muncul di Jerman. Berdasarkan arsip sejarah, pembuat kue Lebkuchen, varian gingerbread khas Jerman tercatat di Ulm pada 1296 dan di Nürnberg pada 1395.

Kota Nürnberg kemudian dikenal sebagai pusat produksi gingerbread, lengkap dengan regulasi ketat mengenai bahan dan kualitas, dan hingga kini masih terkenal dengan pasar Natal Christkindlesmarkt.

Bentuk gingerbread menyerupai manusia juga memiliki dasar sejarah yang jelas.

Penulis The Reign of Elizabeth I, Carole Levin mengungkapkan bahwa pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I (1558–1603), gingerbread berbentuk manusia dibuat oleh pembuat kue kerajaan untuk menyerupai tamu kehormatan dan pejabat asing.

Advertisements

Kue tersebut disajikan sebagai bagian dari jamuan istana dan hadiah simbolis.

Levin juga menjelaskan bahwa pada periode yang sama, gingerbread berbentuk manusia dikenal di kalangan masyarakat sebagai simbol cinta dan keberuntungan.

Praktik ini membuat bentuk manusia semakin populer dan bertahan dalam tradisi kuliner Eropa.

Tradisi rumah jahe (gingerbread house) berkembang di Jerman dan semakin dikenal setelah terbitnya dongeng “Hansel and Gretel” karya Brothers Grimm pada 1812.

Advertisements

Menurut laporan Smithsonian Magazine, popularitas dongeng tersebut ikut memperkuat citra rumah jahe dalam budaya Natal, meski praktik membuat rumah jahe diperkirakan telah ada sebelumnya.

Keterkaitan gingerbread dengan Natal semakin menguat pada abad ke-19.

Imigran Eropa, terutama dari Jerman dan Inggris, membawa resep dan tradisi gingerbread ke Amerika Serikat pada awal 1800-an.

Sejak saat itu, gingerbread berkembang menjadi sajian khas musim liburan, termasuk Natal.

Advertisements

Hingga kini, gingerbread baik dalam bentuk kue jahe, gingerbread man, maupun rumah jahe tetap menjadi bagian dari tradisi Natal di berbagai negara.

Tradisi ini bertahan bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena nilai sejarah dan budaya yang menyertainya selama berabad-abad.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Advertisements

 

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements