Biaya Perjalanan Saat Natal: Begini Cara Hitung Mobil Listrik EV vs Mobil Bensin Secara Objektif

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 25 Des 2025 - 11:30 WIB
Libur Natal jadi momen banyak orang menghitung ulang biaya perjalanan, termasuk memilih EV atau mobil bensin.
Libur Natal jadi momen banyak orang menghitung ulang biaya perjalanan, termasuk memilih EV atau mobil bensin. - instagram.com/@chargepoint

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Libur Natal dan akhir tahun sering menjadi momen masyarakat melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Di tengah semakin banyaknya pengguna mobil listrik, muncul pertanyaan yang kerap dibahas: apakah biaya perjalanan memakai EV lebih irit dibanding mobil bensin?

Jawabannya bisa dihitung, tetapi harus memakai angka yang jelas, mulai dari tarif listrik, tarif pengisian di SPKLU, hingga konsumsi energi kendaraan.

Untuk pengisian di rumah, tarif listrik resmi PLN pada triwulan IV 2025 (Oktober–Desember 2025) menetapkan golongan rumah tangga non-subsidi 1.300 VA–2.200 VA sebesar Rp 1.444,70 per kWh. 

Advertisements

Dengan tarif ini, biaya energi mobil listrik akan bergantung pada konsumsi listrik per kilometer.

Data Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub juga menyebut konsumsi energi rata-rata kendaraan listrik berada di kisaran 0,20 kWh per kilometer, atau sekitar 20 kWh per 100 km, serta estimasi bahwa 1 kWh dapat membawa mobil listrik menempuh 5–7 km.

Artinya, pembaca bisa menghitung sendiri kebutuhan energi perjalanan berdasarkan jarak, lalu mengalikannya dengan tarif listrik rumah.

Sementara itu, biaya pengisian di SPKLU umumnya lebih tinggi dibanding rumah.

Advertisements

Sejumlah referensi mencantumkan tarif SPKLU PLN sebesar Rp 2.466 per kWh (dengan catatan di beberapa lokasi bisa ada tambahan komponen seperti pajak penerangan jalan sesuai daerah). 

Karena itu, perjalanan yang lebih banyak mengandalkan SPKLU akan memiliki biaya energi yang lebih mahal daripada perjalanan yang memaksimalkan pengisian di rumah sebelum berangkat.

Untuk mobil bensin, perhitungan dilakukan dengan konsumsi bahan bakar per kilometer dikali harga BBM.

Patokan konsumsi biasanya bervariasi antar model, namun untuk gambaran umum, beberapa referensi menyebut kisaran konsumsi bensin di Indonesia berada pada rentang 12–14 km per liter untuk Pertalite, bisa 14–16 km per liter untuk Pertamax, tergantung kondisi dan gaya berkendara.

Advertisements

Pada periode Natal 2025 sendiri, daftar harga BBM Pertamina juga dipublikasikan oleh sejumlah media untuk tanggal 22 Desember 2025 dan dapat berbeda tergantung wilayah.

Harga per liter tetap menjadi variabel penting dalam menghitung biaya perjalanan mobil bensin. 

Dengan dasar angka tersebut, cara menghitungnya sebenarnya sederhana.

Untuk mobil listrik, tentukan dulu apakah energi yang dipakai mayoritas berasal dari listrik rumah atau SPKLU, lalu hitung kebutuhan energi berdasarkan konsumsi kWh per km.

Advertisements

Untuk mobil bensin, tentukan konsumsi km per liter kendaraan dan kalikan dengan harga BBM sesuai wilayah saat itu.

Metode ini membuat perbandingan lebih objektif karena tidak bergantung asumsi “rata-rata” yang berbeda-beda antara satu mobil dan mobil lain.

Meski begitu, pengguna juga perlu memperhatikan bahwa konsumsi energi bisa berubah saat libur panjang.

Mobil listrik dapat mengalami peningkatan konsumsi ketika mobil membawa beban penuh, menghadapi macet panjang, atau penggunaan AC lebih intens.

Advertisements

Begitu pula mobil bensin, konsumsi bisa membengkak jika kendaraan sering stop-and-go, tekanan ban kurang ideal, dan kecepatan tidak stabil.

Karena itu, hitungan biaya perjalanan paling akurat tetap datang dari data konsumsi kendaraan masing-masing, tetapi tarif resmi PLN dan tarif SPKLU memberi patokan yang jelas untuk menghitungnya.

Pada akhirnya, pembanding EV dan bensin saat Natal trip bukan soal “mana yang pasti lebih murah” dalam semua kondisi, melainkan soal variabel yang digunakan.

Jika pengisian lebih sering dilakukan di rumah, maka tarif listrik rumah cenderung lebih menguntungkan.

Advertisements

Namun jika perjalanan jauh membuat pengisian didominasi SPKLU, biaya bisa naik meski tetap dapat kompetitif, tergantung konsumsi mobil dan harga BBM.

Pembaca kini bisa menghitung sendiri ongkos perjalanan dengan rumus yang transparan memakai tarif listrik resmi PLN, tarif SPKLU yang tersedia, serta konsumsi energi kendaraan yang dirujuk sumber tepercaya.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Advertisements

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements