RADARLAMPUNG.CO.ID - Skydiving selalu identik dengan adrenalin dan pemandanngan langit yang cerah dan indah. Namun tak semua orang berkesampatan mencoba olahraga ekstrem tersebut.
Kini, teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih kini mampu menciptakan foto biasa menjadi potret spektakuler tanpa harus haik dan lompat dari pesawat.
Salah satu mesin AI yang saat ini sedang naik daun adalah Gemini AI. Gemini AI terkenal dapat mengedit foto sesuai dengan prompt yang kita berikan tanpa mengubah wajah asli.
Foto dapat dibuat seolah sedang berada di udara pada ketinggian ekstrem dengan latar biru cerah, golden hour, atau lengkap dengan pemandangan laut dan pegunungan di bawahnya.
Berikut prompt yang bisa dicoba di Gemini AI untuk menghasilkan foto seolah sedang melakukan skydiving sesungguhnya.
“Buatkan foto menampilkan seorang pria muda Indonesia yang sedang melayang di udara saat melakukan skydiving atau terjun bebas, dengan latar belakang pemandangan yang menakjubkan.
Pria tersebut, yang memiliki rambut hitam pendek dan senyum lebar, tampak bahagia dan bersemangat. la mengenakan atasan dan celana hitam ketat, serta sepatu sneakers putih.
Di tubuhnya, terpasang sabuk dan perlengkapan skydiving berwarna hitam.
Latar belakang foto memperlihatkan pemandangan dari ketinggian, di mana terlihat lautan biru yang berbatasan dengan daratan.
Di daratan, terdapat area dataran dan perbukitan yang ditutupi pepohonan hijau, serta sebuah landasan pacu yang memanjang.
Langit dipenuhi awan putih yang tebal, menambah kesan dramatis pada foto. Pria itu mengangkat satu tangannya, seolah-olah menyapa atau melambaikan tangan ke arah kamera, yang tampaknya dipasang di bagian luar pesawat atau helikopter tempat ia melompat. Foto ini memiliki nuansa petualangan dan kebebasan.”
“Foto beresolusi tinggi dan hiper-realistis dari seorang pria (awal 30-an, tinggi 170 cm, kulit sawo matang, tubuh atletis) yang melakukan skydiving solo dari pesawat C-130 Hercules.
la berada dalam posisi freefall stabil, mengenakan jumpsuit biru dan hitam, tanpa helm. Rambutnya rapi dengan potongan low-to-mid fade dan bagian atas yang ditata, tampak tertiup angin.
Wajahnya oval dengan garis rahang yang tegas, alis hitam tebal, hidung lurus, dan bibir tenang. Ekspresinya menunjukkan perpaduan antara kegembiraan dan fokus, sambil membentuk simbol damai dengan satu tangan.
Pesawat C-130 berada di belakangnya, dengan pintu kargo terbuka, tekstur realistis, dan baling-baling yang berputar.
Realisme visual mencakup: motion blur di bagian tepi, pencahayaan alami siang hari, partikel udara halus, dan efek kedalaman sinematik. Latar belakang: lapisan awan putih dan kabut ketinggian yang jernih. Sudut pandang kamera dinamis dari bawah, menciptakan suasana yang hidup dan imersif.
Rasio aspek 3:4”
*)Yasmin Faicha/Peserta Magang Kemnaker Batch 1