BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Gubernur Lampung menekankan pentingnya PII bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi profesi.
Hal tersebut ditegaskan Mirza saat menghadiri Halal Bihalal PII Lampung bertajuk “Mempererat Silaturahmi dan Sinergi Insinyur dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” di Swiss-Belhotel, Minggu 12 April 2026.
Menurut Mirza, arah pembangunan Lampung ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus menyentuh aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
​“Fokus pembangunan kita saat ini mencakup penguatan infrastruktur terintegrasi, pengembangan pertanian modern, ketahanan pangan dan energi, hingga percepatan transformasi digital yang berwawasan lingkungan,” ujar Mirza.
Ia meyakini, berbagai agenda besar tersebut membutuhkan sentuhan para insinyur yang memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme tinggi.
Mirza juga mendorong lahirnya insinyur muda yang adaptif terhadap teknologi terbaru, terutama di bidang energi terbarukan dan rekayasa lingkungan.
“PII harus mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas insinyur sangat penting agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua PII Lampung, Mulyadi Irsan, menyambut baik arahan tersebut. Ia menekankan bahwa transformasi profesi insinyur kini menjadi keharusan agar lebih kompetitif, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Mulyadi menyoroti pentingnya sertifikasi profesi sebagai kunci pengakuan kompetensi bagi para sarjana teknik. Apalagi, saat ini jumlah insinyur di Indonesia masih tergolong minim jika dibandingkan dengan negara maju.
“Saat ini, dari setiap satu juta penduduk, hanya terdapat sekitar 3.000 insinyur. Ini menjadi tantangan besar bagi kita, termasuk di Lampung, untuk meningkatkan jumlah insinyur profesional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi,” ungkap Mulyadi.
Ia berharap sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PII, dan dunia pendidikan dapat mempercepat pencapaian kemandirian energi dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung secara berkelanjutan