BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui jalur internasional.
Hal ini ditegaskan saat melepas mahasiswa magang ke Taiwan dari Nusadaya Academy, Selasa 21 April 2026.
Kegiatan yang dibalut dengan agenda Halalbihalal ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya perguruan tinggi di Lampung mengirimkan mahasiswa dalam jumlah besar secara perdana ke Negeri Taiwan di bidang hospitality.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan rasa bangganya atas keberanian dan semangat para mahasiswa Lampung untuk mencari pengalaman di kancah global.
"Semakin banyak generasi muda Lampung yang memiliki akses terhadap peluang global seperti ini, tentu sangat positif. InsyaAllah Pemprov Lampung akan selalu mendukung," ujar Mirza—sapaan akrab Gubernur.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga pendidikan yang proaktif membangun jejaring internasional. "Terima kasih telah berpartisipasi dalam membangun kualitas SDM-SDM yang unggul bagi Provinsi Lampung," lanjutnya.
Founder Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa program ke Taiwan ini merupakan ekspansi terbaru setelah sebelumnya sukses menjalankan program serupa ke Malaysia dan Eropa.
"Hari ini program yang dilepas oleh Pak Gub merupakan program ke Taiwan dan ini adalah perdana. Di Lampung pun ini perguruan tinggi pertama yang melepas mahasiswa ke Taiwan di bidang hospitality," jelas Radep.
Keberangkatan ini dimungkinkan karena Nusadaya Academy telah resmi menjadi mitra Kementerian Pendidikan di Taiwan. Sebanyak 150 mahasiswa diberangkatkan untuk mendalami industri jasa dan perhotelan dengan standar internasional.
Radep memaparkan, para mahasiswa tidak langsung terjun ke lapangan. Mereka harus melewati masa studi satu tahun (dua semester) di Indonesia sebagai pembekalan.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, selain skill, kami juga menekankan sisi agama sebagai bekal mental mereka di luar negeri. Setelah pembekalan matang, mereka akan melaksanakan program magang studi di Taiwan selama tiga semester," jelasnya.
Setelah menyelesaikan magang, para mahasiswa dijadwalkan pulang ke tanah air untuk menyelesaikan tugas akhir dan persyaratan wisuda.
Harapan besar digantungkan pada pundak para peserta magang ini. Pengalaman bertukar budaya dan mempelajari standar pelayanan luar negeri diharapkan menjadi modal untuk membangun sektor pariwisata dan jasa di Lampung.
"Output-nya jelas, kita siapkan mereka menjadi SDM unggul yang akan mengembangkan Lampung ke depannya. Mereka membawa pulang pelajaran dengan standar hospitality yang berbeda untuk diterapkan di provinsi tercinta,"jelas Radep.
Acara pelepasan ini juga diisi dengan sesi video conference antara Gubernur Lampung dengan sejumlah mahasiswa yang sudah lebih dulu tiba di Taiwan, menandai dimulainya perjalanan karir global pemuda Lampung.